Breaking News:

Pendidikan

Seluruh Siswa dan Guru SMK SMTI yang Ikut Praktikum Tatap Muka Wajib Rapid Test Antigen

Sebelum melakukan pembelajaran di sekolah, semua siswa dan guru yang akan mengajar harus menjalani Rapid test Antigen COVID-19 terlebih dahulu.

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Siswa Jurusan Kimia Analisis SMK SMTI Yogyakarta melakukan praktik kerja lapangan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SMK SMTI Yogyakarta telah memulai kembali pembelajaran praktikum tatap muka di sekolah.

Kepala SMK SMTI Yogyakarta, Rr Ening Kaekasiwi mengatakan hal itu telah dilakukan sejak Senin (22/3/2021).

Ening menyampaikan, sebelum mereka melakukan pembelajaran di sekolah, semua siswa dan guru yang akan mengajar harus menjalani Rapid test Antigen COVID-19 terlebih dahulu.

Menurut Ening, praktikum bagi siswa SMK merupakan kebutuhan sangat penting.

Baca juga: SMK SMTI Yogyakarta Mulai Kembali Praktikum Tatap Muka

"Kalau SMK idealnya 70 persen praktik, 30 persen teori. Tapi saat ini baru bisa 60 persen praktik, 40 persen teori. Kalau SMK tanpa praktik itu SMK bayangan," bebernya.

Ia menambahkan, alasan pihaknya membuka kembali praktikum tatap muka ialah dikarenakan desakan orang tua.

"Mengapa kami berani membuka itu justru karena desakan orang tua. Mereka sangat ingin anaknya untuk masuk. Padahal kami sudah memberikan cara, dengan kit yang disiapkan di sekolah dan bisa dipinjam ke rumah selama seminggu," paparnya.

Terpisah, Kepala Seksi Layanan Pendidikan Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Ngatini, mengatakan hingga kini di Kota Yogyakarta baru SMK SMTI yang mengajukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Pastikan 99 Persen Sekolah di Wilayahnya Siap Mulai Pembelajaran Tatap Muka

"Baru SMK SMTI itu yang mengajukan KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka," ungkapnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (25/3/2021).

Ditanya terkait peraturan dan persyaratan KBM secara tatap muka di masa perpanjangan PPKM saat ini, Ngatini mengaku belum mengetahui adanya aturan tersebut.

"Kok belum ada aturannya untuk tatap muka, ya. Tanggap darurat masih diberlakukan nggih. Coba ditanyakan (Disdikpora) provinsi mbak karena izin dari Disdikpora," ungkapnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved