Breaking News:

Puluhan Pengelola di Desa Wisata Ngargosari Kulon Progo Ikuti Pelatihan dan Pendampingan CHSE

Sebanyak 20 pengelola wisata di Desa Wisata Ngargosari, Kapanewon Samigaluh mengikuti pelatihan dan pendampingan CHSE

TRIBUNJOGJA/ Sri Cahyani Putri
Pelatihan dan pendampingan CHSE di Desa Wisata Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo oleh Badan Otorita Borobudur (BOB). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 20 pengelola wisata di Desa Wisata Ngargosari, Kapanewon Samigaluh mengikuti pelatihan dan pendampingan CHSE sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif yang digelar oleh Badan Otorita Borobudur (BOB). 

Direktur Industri dan Kelembagaan Badan Otorita Borobudur (BOB), Bisma Jatmika mengatakan selain di Ngargosari, kegiatan pelatihan dan pendampingan juga digelar di Pandanrejo, Sedayu, Benowo, Ngargoretno, Gerbosari dan Pagerharjo. 

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan self declare tersebut dimulai sejak 15 Maret - 6 April 2021.

Baca juga: PSS Sleman Siapkan Laga Lawan Persela, Pemain Asing Akan Segera Gabung

Diharapkan melalui kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan SDM untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Kami juga telah memberikan dukungan sarana dan prasarana (sarpras) dalam menunjang implementasi AKB kepada pengelola yang berada di 7 desa wisata tersebut," ucapnya, Rabu (24/3/2021). 

Terlebih penerapan protokol kesehatan (prokes) diperlukan sehingga dapat memberikan daya tarik bagi wisatawan. 

Serta akan mendapatkan pengakuan berupa sertifikat self declare. 

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pihaknya saat ini sedang berbenah dengan menata regulasi rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (Ripparda). 

Hal ini dikarenakan banyak potensi-potensi di Kabupaten Kulon Progo yang bisa dikembangkan. 

Selain itu, pihaknya saat ini juga sedang mempersiapkan panggung geowisata purba dunia yang didukung oleh gunung api purba. 

Baca juga: Meluas Hingga 67 Kasus, Pemkot Yogyakarta Terus Telusuri Sebaran Covid-19 di Jogokariyan

Terlebih panggung geowisata tersebut telah ditetapkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 22 Maret 2021.

Serta penetapan cagar biosfer di kawasan menoreh pada 2020 oleh UNESCO. 

"Sehingga ini yang menjadikan kita harus mempersiapkan diri terutama dari sisi SDM," ungkapnya. (scp) 

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved