Kabupaten Sleman

Peringati Hari Air Dunia, BBWS Serayu - Opak Tanam 1.000 Pohon

Kegiatan tanam pohon, dilaksanakan virtual dan serentak oleh Balai Kementerian PUPR di seluruh Indonesia.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwanto menananm pohon di kawasan Embung Tambakboyo, Condongcatur, Depok Sleman. Penanaman pohon buah-buahan itu sebagai rangkaian dari peringatan Hari Air Dunia (HAD) ke-XXIX Senin (22/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu - Opak  (BBWS SO) bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (IPPU) menanam pohon di seputar kawasan Embung Tambakboyo, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman.

Penanaman pohon jenis buah-buahan itu, dalam rangkaian acara memperingati Hari Air Dunia (HAD) ke- XXIX. 

Kegiatan tanam pohon, dilaksanakan virtual dan serentak oleh Balai Kementerian PUPR di seluruh Indonesia.

Di mana puncak acara secara nasional, dilaksanakan di Bendung Sendangheula, Kabupaten Serang, Banten.

Dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Wamen PUPR John Wempi Wetipo.

Baca juga: Grha Megawati Dihiasi 48 Pohon Kurma

Tahun ini, peringatan HAD mengusung tema "Valuing Water" yang diadopsi ke dalam tema nasional menjadi "Mengelola Air, Menjaga Kehidupan". 

Kepala BBWS Serayu Opak, Dwi Purwanto menyampaikan, sebagai satu di antara unit eselon II di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, BBWS Serayu Opak ikut berpartisipasi menyelenggarakan serangkaian acara peringatan hari air dunia dengan berbagai kegiatan.

Di antaranya, talkshow, bersih sungai, webinar dan puncaknya adalah penanaman pohon di embung Tambakboyo, pada 22 Maret ini.

Menurutnya, ada 200 pohon yang ditanam di Kabupaten Sleman, 200 di Kabupaten Gunungkidul dan 100 pohon di Kabupaten Bantul serta Kota Yogyakarta.

Sementara 500 lainnya, rencananya akan ditanam bertahap di bendung dan embung sepanjang wilayah Purworejo hingga Banyumas. 

"Jumlah pohon yang akan kita tanam 1.000 batang, tersebar di seluruh wilayah BBWSSO, di Yogyakarta dan Jawa Tengah," kata dia, di sela prosesi penanaman pohon di Embung Tambakboyo, Senin (22/3/2021). 

Baca juga: Bangun Desa Wisata, Dukuh Temanggal 1 Kalasan Sleman Datangkan Pohon Besar dari Gunungkidul

Pohon yang ditanam adalah jenis pohon buah-buahan.

Ada pohon manggis, mangga, hingga kelengkeng.

Tinggi pohon yang ditanam berkisar satu hingga dua meter.

Dwi berpendapat, jika tanaman buah tersebut dirawat dengan baik maka diperkirakan dalam dua tahun kedepan sudah berbuah.

Hasilnya Bisa dimanfaatkan oleh Pokdarwis maupun masyarakat sekitar. 

Di samping itu, penanaman pohon juga diharapkan dapat menyerap air.

Menurutnya, banjir beberapa waktu lalu yang terjadi di Sungai Gajah Wong seharunya menjadi warning bersama.

Hal itu, menunjukkan bahwa saat ini dibutuhkan upaya untuk memasukan air ke dalam tanah.

Bukan langsung dibuang ke sungai.

Baca juga: Graha Megawati Klaten Ditanami 48 Pohon Kurma Jenis Ajwa dan Kurma Trophis Thailand

Satu di antara cara memasukkan air ke tanah adalah dengan penanaman pohon, membangun sumur resapan di setiap rumah, maupun embung sebagai daya tampung saat kondisi air melimpah. 

"Harapan kita semua, saat musim kemarau kita tidak kekurangan air, dan musim hujan tidak kelebihan air. Air bisa masuk ke tanah, tidak run off," kata dia. 

Sutiyoso, dari IPPU yang hadir dalam kegiatan penanaman pohon itu berharap, kegiatan penanaman seribu pohon tidak sekedar menjadi seremonial belaka.

Melainkan benar-benar dipelihara dan dirawat sehingga bermanfaat dan menghasilkan buah bagi masyarakat.

Di samping itu, penanaman pohon dapat mengurangi run off.

Air tidak mengalir cepat menuju ke lautan. 

"Kami berharap air bisa membumi terlebih dahulu. Sehingga air bisa terjaga dengan baik, untuk kebutuhan pertanian maupun cadangan air," ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Muhadjir Effendy dalam sambutan virtual mengungkapkan, air adalah sumber kehidupan.

Baca juga: Warga Tepus Gunungkidul Sulap Pohon Langka Jadi Bonsai Bernilai Tinggi

Karenanya, masyarakat jangan menekankan penggunaan air saja, tapi ikut melestarikan keberadaan air sehingga air bisa dinikmati oleh semua umat dan semua makhluk di bumi.

Ia berharap, konservasi sumber daya air melalui gerakan penanaman pohon dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk ikut peduli pentingnya air bagi kehidupan, serta mengelolanya dengan baik. 

"Ini yang harus dilakukan melalui sumber daya air hingga dapat dikonsumsi masyarakat, dengan harapan air yang layak dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat," tutur Muhadjir.

Pihaknya mendukung kegiatan penanaman pohon.

Karenanya, pohon yang ditanam harus dipilih sedemikian rupa sehingga betul-betul memiliki manfaat ganda.

Di samping menjaga air, juga memiliki nilai ekonomis, serta bermanfaat bagi kesehatan dan juga pemenuhan gizi warga masyarakat sekitar.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved