Breaking News:

Yogyakarta

Kuliah Tatap Muka Diizinkan Selama PPKM Mikro, Sri Sultan HB X : DIY Belum Memungkinkan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap bahwa keputusan untuk menggelar kuliah tatap muka cukup berisiko.

Tribunjogja.com / Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah pusat resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga 5 April 2021 mendatang.

Selama masa perpanjangan, pemerintah mengizinkan kegiatan kuliah tatap muka secara terbatas di perguruan tinggi.

Kendati demikian, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap bahwa keputusan untuk menggelar kuliah tatap muka cukup berisiko.

Pasalnya, sebagian besar mahasiswa yang mengemban ilmu di DI Yogyakarta berasal dari luar daerah. 

Baca juga: BREAKING NEWS: PPKM Skala Mikro di DI Yogyakarta Kembali Diperpanjang, Ini Sejumlah Kelonggarannya

Kehadiran pendatang berpotensi meningkatkan kasus terkonfirmasi di daerah ini.

"Belum memungkinkan karena (mahasiswa) banyak dari luar daerah. (Kasus positif) luar daerah sekarang kan baru naik. Jadi malah belum tentu (perguruan tinggi akan kuliah tatap muka)," terang Sri Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (19/3/2021).

Sri Sultan melanjutkan, tak menutup kemungkinan jika sekolah jenjang SMA akan menggelar pembelajaran tatap muka lebih dulu. 

Pertimbangannya, karena mayoritas siswa yang bersekolah merupakan warga lokal.

Namun, hingga saat ini Pemda DIY masih melakukan kajian terkait kesiapan untuk menggelar sekolah tatap muka di sekolah-sekolah.

Baca juga: Pemda DIY Izinkan Kuliah Tatap Muka di PPKM Mikro Ketiga, UNY Kaji Kebijakan Pembelajaran Luring

"Bisa jadi malah SMA dulu yang jelas orang lokal. Ya nanti kita pertimbangkan betul jangan malah nanti asal, terus (kasus positif) naik. Malah jadi masalah baru," tegas Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, perpanjangan PPKM mikro perlu diterapkan untuk menekan laju penularan COVID-19.

Terlebih, DIY dikelilingi oleh wilayah dengan resiko penularan sedang hingga tinggi.

"Kita tetap harus ikut dari bagian itu (PPKM) karena lingkungannya masih merah. Lebih baik tetap sebagian dari PPKM tapi untuk kebebasan bisa kita atur sesuai dengan penurunan yang ada," ungkap Sri Sultan. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved