Breaking News:

BREAKING NEWS: PPKM Skala Mikro di DI Yogyakarta Kembali Diperpanjang, Ini Sejumlah Kelonggarannya

Pemerintah pusat memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa-Bali

TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Pemerintah pusat memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa-Bali termasuk DI Yogyakarta.

PPKM yang semula berakhir pada 22 Maret 2021, masa berlakunya resmi diperpanjang selama dua pekan. Tepatnya hingga 5 April 2021 mendatang.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, pada prinsipnya sebagian besar aturan PPKM tak mengalami perubahan.

Namun pada PPKM mikro jilid tiga kali ini pemerintah memberlakukan sejumlah kelonggaran.

Baca juga: Peringati Hari Perawat Nasional, Grab Berikan Apresiasi atas Perjuangan Garda Terdepan Yogyakarta

Pertama, perguruan tinggi bakal diperkenankan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Namun secara terbatas

Kedua, pemerintah mengizinkan penyelenggaraan kegiatan pertunjukan seni dan budaya. Namun dengan catatan, panitia wajib mengutamakan protokol kesehatan dan hanya melibatkan 25 persen penonton dari total kapasitas ruangan.

"Pada prinsipnya sama dengan kemarin.  Lalu boleh ada pemebelajaran tatap muka tapi khusus mahasiswa dan terbatas. Lalu pertunjukan seni budaya boleh dilaksanakan dengan prokes maksimal penonton 25 persen dari kapasitas," jelas Aji usai mengikuti rapat evaluasi PPKM dengan pemerintah pusat melalui videokonfrens, Kamis (18/3/2021).

Aji menuturkan, pemerintah memperpanjang PPKM karena kebijakan ini dianggap efektif untuk menekan laju penularan kasus positif.

"Karena bisa menekan angka konfirmasi jadi dilanjutkan," paparnya.

Selama perpanjangan PPKM, Pemda DIY juga memiliki rencana untuk menggelar uji coba sekolah tatap muka untuk jenjang SMA. 

Sebelumnya ada 10 sekolah yang ditunjuk dan dianggap layak untuk menggelar pembelajaran luring.

Baca juga: Innovating Jogja 2021 Buka Seleksi Calon Tenant Industri Kerajinan dan Batik

"Nanti kita akan coba lakukan uji coba tapi nanti kita kaji dulu dalam waktu dekat terbatasnya seperti apa misalnya selama dua jam dulu, separuh-separuh dulu. Disdikpora sedang mengkaji itu nanti pak gubernur yang memutuskan," tandasnya.

Sebelum menggelar uji coba, Pemda DIY akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Pasalnya, intruksi untuk menggelar pembelajaran luring hanya diberikan kepada perguruan tinggi.

"Dari nasional yang dibolehkan adalah perguruan tinggi. Tapi karena kondisi di DIY sudah mulai stabil itu Dinas Pendidikan sedang melakukan kajian," tandasnya. (tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved