Breaking News:

Tragedi Cekcok Berujung Maut di Magelang, Adik Tewas Dibacok Kakak Ipar Karena Masalah Rumah

Insiden kakak ipar membacok adik hingga tewas di Salaman, Magelang diawali dari cekcok antara kakak beradik akibat masalah sengketa rumah.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Lokasi pembacokan yang melibatkan antara kakak ipar dan adik di Salaman, Magelang pada Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Insiden kakak ipar membacok adik hingga tewas di Salaman, Magelang diawali dari cekcok antara kakak beradik akibat masalah sengketa rumah.

Cekcok antara kakak beradik itu memicu kakak ipar spontan membacok adik dengan golok.

"Cekcoknya karena masalah menempati rumah. Karena rumah itu kan dari orang tuanya, sehingga terjadi penganiayaan itu," kata Kapolres Magelang, AKBP Arnold Purba.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hujan Deras Melanda Yogyakarta, Satu Kelurahan Tergenang Banjir

Kapolres menerangkan, saat itu korban Muhamad Solahudin (18) terlibat cekcok dengan sang kakak yakni Ely Nur Cahyati (21).

Pertengkaran antar keduanya sempat sengit dan didengar oleh suami Ely yakni Budi Nugroho.

Lantas Budi Nugroho sempat memisahkan keduanya. namun sata memisahkan itu dia sempat emosi kepada korban yakni Muhamad Solahudin.

Sontak tersangka mengambil golok dan langsung membacok korban yakni Muhamad Solahudin lalu kabur ke rumah tinggalnya.

"Golok itu dari rumah itu dan bukan dibawa oleh tersangka," tambahnya.

Baca juga: Mudik Tak Dilarang, Dinas Perhubungan Prediksi Lebih Dari 6.000 Kendaraan Masuk Bantul Tahun Ini

Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala dua kali bacokan dan satu kali bacokan di bagian leher.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan.

Tim Polsek dan Polres yang mendapat informasi soal penganiayaan itu langsung menyambangi kediaman tersangka di kaliangkrik.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan dan langsun digiring ke Mapolres Magelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved