Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi Pagi Ini Selasa 16 Maret 2021, Asap Kawah Tidak Teramati
Dari hasil pengamatan pukul 00.00-06.00, Selasa (16/3/2021), teramati 1 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 600 meter ke arah barat daya.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis hasil pengamatan gunung merapi.
Pengamatan tersebut dilakukan pukul 00.00-06.00, Selasa (16/3/2021).
Dari hasil pengamatan, teramati 1 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 600 meter ke arah barat daya.
Guguran ini agak sedikit melemah dibanding dengan data kemarin dan beberapa hari lalu.
Intensitas guguran juga terpantau lebih sedikit daripada kemarin yang bisa mencapai 8 kali.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kerangka Manusia Ditemukan di Lereng Bukit Kendel saat Prosesi Labuhan Merapi
Pada periode ini, asap kawah tidak teramati, kabut 0-I hingga 0-III.
Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung.
Angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara 17-24 °C.
Sementara, kelembaban udara 70-93 %, dan tekanan udara 872-935 mmHg.
Intensitas gempa guguran juga terhitung sama seperti kemarin, yakni 25 kali dengan amplitudo 3-16 mm dan durasi 12-108 detik.
Gempa hembusan berjumlah 1 kali, amplitufo 7 mm dan durasi 15 detik.
Gempa hybrid atau fase banyak mencapai 1 kali, amplitudo 6 mm dan durasi 9 detik.
Baca juga: Pandemi, Labuhan Merapi Peringatan 32 Tahun Tinggalan Jumenengan Dalem Dibatasi 30 Orang
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Menurutnya, potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.