Pengangguran Terbuka di Sleman Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Sutiasih menyampaikan, angka pengangguran terbuka di Bumi Sembada, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pandemi Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap pelbagai sektor.
Satu di antaranya, terhadap jumlah pengangguran terbuka di Bumi Sembada.
Tahun 2020, angkanya mengalami peningkatan, dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten terus berupaya mengatasinya, dengan memberikan sejumlah program pelatihan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Sutiasih menyampaikan, angka pengangguran terbuka di Bumi Sembada, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5.09 persen atau 35.843 orang.
Namun, hasil pendataan yang dilakukan oleh jawatannya, pada tahun 2020, angka pengangguran terbuka di Sleman ternyata lebih tinggi, yaitu 6.95 persen.
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kulon Progo: Tambah 2 Kasus Baru, Total Keseluruhan 3.259 Kasus DIlaporkan Hari Ini
Jumlah tersebut naik dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tercatat sebesar 2.9 persen (data Disnaker) atau 1.1 persen (data BPS). Meskipun sama-sama naik namun keduanya mengalami perbedaan angka.
"Karena metode yang digunakan berbeda," kata dia, ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/3/2021).
Sutiasih menjelaskan, BPS mengukur angka pengangguran terbuka di Sleman dengan metode sampling tingkat Kabupaten.
Sementara, Disnaker mengambil data langsung ditingkat Kalurahan dan Kecamatan.
Menurutnya, angka pengangguran terbuka yang menonjol ada di Kecamatan Depok.
Sebab, kata dia, di sana penduduknya relatif lebih banyak di banding kecamatan lain.
Sementara data terkecil ada di Kecamatan Cangkringan.
Karena disamping berpenduduk lebih sedikit, warga yang tinggal di lereng Merapi tersebut bisa bekerja menambang pasir maupun berjualan.
Dari tingkat kelulusan, menurutnya angka penggangguran terbuka didominasi oleh lulusan SMK.