Jawa
Obyek Wisata di KRB III Gunung Merapi Klaten Sudah Dibuka, Namun Kunjungan Wisatawan Masih Sepi
Obyek wisata yang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang berada di KRB III Gunung Merapi telah dibuka.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Obyek wisata alam di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi telah dibuka sejak beberapa waktu terakhir meskipun aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif.
Seperti halnya obyek wisata yang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang berada di KRB III Gunung Merapi.
Obyek wisata alam yang berada di daerah tersebut sudah dibuka secara terbatas sejak diberlakukannya Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Klaten.
"Untuk obyek wisata kita yang ada di Tegalmulyo semuanya sudah buka. Meski begitu pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan COVID-19," ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, pada Tribun Jogja, Senin (15/3/2021).
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Senin 15 Maret 2021 Pagi : 8 Kali Guguran Lava Pijar 1,2 Km ke Barat Daya
Ia mengatakan, pertimbangan membuka obyek wisata di Desa Tegalmulyo karena mendapat izin dari surat edaran (SE) PPKM berbasis mikro.
Adapun obyek wisata yang buka di daerah itu yakni, obyek wisata Embung Tirta Nirmala, obyek wisata Kampung Girpasang hingga obyek wisata Sapu Angin.
"Pertimbangan kita membuka setelah adanya surat edaran dari bupati mengenai izin pembukaan obyek wisata secara terbatas melalui SE PPKM berbasis mikro," ucapnya.
Menurutnya, obyek wisata yang ada di desa tersebut dibuka sesuai dengan aturan yang berlaku yakni dengan pemberlakuan pembatasan pengunjung dan pembatasan waktu operasionalnya.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Keluarkan 9 Kali Guguran Lava Ke Arah Barat Daya Siang Tadi
Ia menjelaskan, hingga saat ini tingkat kunjungan wisatawan di tiga obyek wisata itu belum terlalu signifikan.
"Kalau tingkat kunjungan belum terlalu signifikan, sebab saat ini kan masih ada pandemi. Untuk kenaikan kunjungan memang ada tapi baru lima persen saja," imbuhnya.
Disinggung terkait aktivitas Gunung Merapi, ia pun mengatakan jika saat ini aktivitas Merapi cenderung menurun meski status siaga level III belum dicabut.
"Aktivitas Merapi masih ada, tapi cenderung menurun dan aktivitas warga di KRB III pun saat ini masih berjalan normal," tambahnya. ( Tribunjogja.com )