Kisah Bandar Narkoba yang Kini Bertobat dan Memilih Jalan Lurus, Begini Pengakuannya

Setelah bebas dari penjara, Abeat bersama tiga sahabatnya membangun yayasan sunatan gratis, Yayasan Khitan Dzhofir Al-Qadum

Editor: Muhammad Fatoni
addictions.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pria berinisial TY, warga kelahiran Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini telah memulai lembar baur kehidupannya.

Padahal sebelumnya, TY disebut sebagai salah seorang bandar narkoba jenis sabu di wilayah tersebut.

Namun, kini TY disebut telah bertobat dan memilih untuk hidup di jalan yang benar.

TY mengaku saat masih terjun di lembah hitam bisnis barang haram dirinya bergelimangan harta.

Namun semua itu tidak bertahan lama saat polisi meringkusnya.

Di titik inilah TY mulai membuka lembaran hidup barunya.

Baca juga: Kisah Pilu Huriyah Afiat, Bayi di Semin Gunungkidul yang Didiagnosis Alami Holoprosenchephaly

Baca juga: Kisah Pilu Alfian, Siswa SMK di Klaten yang Harus Kehilangan Kedua Tangan Saat Jalani PKL

Pengurus Yayasan Khitan Dzhofir Al-Qadum berinisial TY memiliki pengalaman pahit sebelum terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Pria berbadan kekar berkulit kecokelatan itu pernah merasakan dinginnya tembok Penjara selama dua tahun.

Alumni Sekolah Kesehatan Kota Palu angkatan 2007 itu mendekam di penjara karena tersangkut kasus peredaran Narkotika jenis sabu.

“Sebelum masuk penjara saya pernah merasakan kemewahan dari hasil berjualan sabu. Bahkan omzet saya mencapai Rp 30 juta per bulan,” kata pria yang pernah tenar dengan nama Abeat kepada TribunPalu.com, Minggu (14/3/2021).

Ayah tiga anak tersebut sangat dikenal di kalangan pecandu sabu kala itu.

Tak hanya menjual, kadang Abeat juga 'mensedekahkan' sebagian barang haramnya untuk pecandu baru.

Sembari menjajakan sabu, Abeat juga bekerja sebagai perawat di beberapa rumah sakit dalam kurun waktu tujuh tahun, 2011-2017.

“Semasa berjualan, saya sampai beli mobil dan rumah di Kota Palu. Hampir semua juru parkir kenal saja, karena saya juga tidak pelit kalau soal uang, apalagi di tempat hiburan malam, saya keluar masuk tiap malam,” ucap Abeat.

Semua kemewahan hidupnya itu sirna begitu polisi menyergapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved