Breaking News:

Ekspor Salak di Kabupaten Magelang Tetap Stabil di Tengah Pandemi Covid-19

Para petani salak Nglumut di Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang tetap bertahan di antara bencana Gunung Merapi

tribunjogja/hamimthohari
ilustrasi salak 

"Luas lahan yang terregister organik 128 titik dengan jumlah petani 500 orang, total produksi 60 ton per bulannya," jelas Agus.

Dengan ekspor itu, lanjutnya, mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.

Agus mencontohkan salak kualitas ekspor harga beli ke petani relatif stabil yakni Rp8.000-10.000/kg.

Harga itu lebih tinggi dibanding harga pasar lokal yang fluktuatif antara Rp3.500-5.000/kg.

Meski demikian, Agus mengaku diperlukan semangat dan kerja keras untuk bertahan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pengiriman sempat merosot 50 persen yang semula 800 ton per tahun. Sekarang 300-400 ton/ tahun.

Selain ekspor ke luar negeri, Gapoktan Ngudi Luhur juga melayani pasokan ke sejumlah toko swalayan dalam negeri.

Guna mempertahankan kualitas, proses kendali mutu salak organik Merapi ini rutin dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang.

Melalui pelatihan para petani salak telah menggunakan GAP SOP, Good agricultural practies, atau standar operational procedure (SOP).

"Setiap ada keluhan dari petani ada Gerdal kita lakukan yakni Gerakan Pengendalian," ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved