Update Corona di DI Yogyakarta
Perkembangan Kasus COVID-19 di Gunungkidul Disebut Mulai Terkendali
Hal ini didasarkan pada laporan dari berbagai instansi, seperti RSUD Wonosari yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Mereka terdiri dari 6 kasus konfirmasi positif bergejala dan 9 suspek.
Sesuai skema baru, penanganan COVID-19 di fasilitas kesehatan (faskes) kini diarahkan pada pasien bergejala.
Sedangkan yang tanpa gejala diperkenankan isolasi mandiri (isoma), di bawah pemantauan petugas Puskesmas.
Heru menyebut saat ini kapasitas tempat tidur untuk penanganan COVID-19 berkembang jadi 41 bed.
Penambahan itu terutama dipengaruhi banyaknya pasien di periode Januari-Februari lalu.
Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Nakes di Gunungkidul Sudah Melebihi Target
"Bisa dibilang saat itu jadi peak (puncak) kasus, karena yang dirawat mencapai lebih dari 30 pasien," jelas Heru dalam pertemuan.
Sementara itu, Direktur RSUD Saptosari dr. Eko Darmawan menilai puncak kasus terjadi pada periode Juni-Agustus 2020 silam.
Sama seperti Heru, ia juga menyebut ada penurunan jumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir.
RSUD Saptosari sendiri menyediakan 20 unit bed untuk pasien COVID-19.
Terdapat 2 bed yang diperuntukkan bagi pasien dengan gejala berat, dalam ruang bertekanan negatif.
"Selama sepekan terakhir bahkan tidak pasien COVID-19 bergejala yang dirawat di RSUD Saptosari," ungkap Eko.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perkembangan-kasus-covid-19-di-gunungkidul-disebut-mulai-terkendali.jpg)