Update Corona di DI Yogyakarta

Perkembangan Kasus COVID-19 di Gunungkidul Disebut Mulai Terkendali

Hal ini didasarkan pada laporan dari berbagai instansi, seperti RSUD Wonosari yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (kiri) dalam pertemuan membahas penanganan COVID-19 di Sekretariat Daerah (Setda), Jumat (12/03/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kabupaten Gunungkidul membahas situasi penanganan COVID-19 terkini pada Jumat (12/03/2021) siang.

Adapun pertemuan turut melibatkan Bupati dan Wakil Bupati.

Pasca pertemuan, Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menilai secara umum penyebaran kasus COVID-19 saat ini mulai bisa dikendalikan.

"Itu bisa dilihat dari perkembangan kasus baru yang cenderung melandai dari waktu ke waktu," katanya ditemui di Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul.

Pernyataan Heri didasarkan pada laporan dari berbagai instansi, seperti RSUD Wonosari yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.

Baca juga: Pedagang Pasar Argosari Gunungkidul Antusias Sambut Vaksinasi COVID-19

Jumlah pasien positif dalam beberapa pekan terakhir disebut makin berkurang. 

Kendati begitu, menurut laporan Satpol-PP kerumunan massa masih kerap ditemukan.

Terutama di kawasan publik dan pada waktu tertentu seperti saat malam akhir pekan.

"Jadi kami harap kerumunan ini lebih bisa dikendalikan, sembari melakukan upaya-upaya lain untuk menekan kasus baru," ujar Heri.

Secara khusus, ia menaruh harapan pada kelancaran vaksinasi tahap II ini.

Adapun Sabtu (13/03/2021) besok ratusan pedagang Pasar Argosari Wonosari akan menerima suntikan vaksin di Bangsal Sewokoprojo.

Heri pun menyatakan pihaknya akan berupaya menjaga kelancaran proses vaksinasi ini.

Sebab vaksin jadi satu di antara upaya mengendalikan penyebaran kasus.

Baca juga: Sebanyak 10.860 Pedagang Pasar di Gunungkidul Masuk dalam Pendataan Penerima Vaksin COVID-19

"Tapi tentu kami harap masyarakat tak jenuh untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes)," katanya.

Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati menyebutkan bahwa hingga pagi tadi ada 15 pasien yang dirawat.

Mereka terdiri dari 6 kasus konfirmasi positif bergejala dan 9 suspek.

Sesuai skema baru, penanganan COVID-19 di fasilitas kesehatan (faskes) kini diarahkan pada pasien bergejala.

Sedangkan yang tanpa gejala diperkenankan isolasi mandiri (isoma), di bawah pemantauan petugas Puskesmas.

Heru menyebut saat ini kapasitas tempat tidur untuk penanganan COVID-19 berkembang jadi 41 bed.

Penambahan itu terutama dipengaruhi banyaknya pasien di periode Januari-Februari lalu.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Nakes di Gunungkidul Sudah Melebihi Target

"Bisa dibilang saat itu jadi peak (puncak) kasus, karena yang dirawat mencapai lebih dari 30 pasien," jelas Heru dalam pertemuan.

Sementara itu, Direktur RSUD Saptosari dr. Eko Darmawan menilai puncak kasus terjadi pada periode Juni-Agustus 2020 silam.

Sama seperti Heru, ia juga menyebut ada penurunan jumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir. 

RSUD Saptosari sendiri menyediakan 20 unit bed untuk pasien COVID-19.

Terdapat 2 bed yang diperuntukkan bagi pasien dengan gejala berat, dalam ruang bertekanan negatif.

"Selama sepekan terakhir bahkan tidak pasien COVID-19 bergejala yang dirawat di RSUD Saptosari," ungkap Eko.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved