Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Menko Marves Lakukan Studi Kajian Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto

Menko Marves akan melakukan kajian penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Kunjungan Menko Marves, Menko KKP, Menhub, Gubernur DIY dan Bupati Kulon Progo di Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (12/3/2021) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan kajian penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo yang mangkrak selama 15 tahun. 

Hal ini diungkapkan ketika melakukan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Adikarto bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Bupati Kulon Progo Sutedjo. 

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya bersama Menteri KKP, Menteri Perhubungan (Menhub) dan Gubernur DIY bersepakat untuk melakukan kajian studi yang lengkap selama 3 bulan terkait pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto ini. 

Baca juga: Mangkrak Selama 15 Tahun, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulon Progo Akan Dilanjutkan

Tentunya kajian studi itu akan melibatkan Universitas Gajah Mada (UGM). 

Rangkaian kajian secara menyeluruh dari ujung runway Bandara YIA serta Sungai Bogowonto dan Sungai Serang yang juga terjadi abrasi. 

Pasir yang ada di dua sungai khususnya muara Sungai Serang harus dikeruk setiap waktu. 

Namun demikian, Menteri KKP berpesan untuk dikasih kapal besar untuk mencari ikan di laut. 

"Saya pikir kita menunggu hasil study 3 bulan ke depan. Dari situ baru kira menentukan cara bertindaknya bagaimana. Sebab kita tidak mau mengulangi kesalahan yang lalu dengan kajian study yang mungkin kurang lengkap sehingga terjadi mangkrak seperti ini," tuturnya di sela peninjauan di Pelabuhan Tanjung Adikarto, Jumat (12/3/2021). 

Dengan demikian, pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto harus berangkat dari study yang komprehensif. 

Termasuk beberapa sungai di sekitar ini dengan analisa dalam siklus 100 tahunan. 

Baca juga: Terbengkalai 15 Tahun, Menko Marves Turun Tangan Atasi Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto

Sehingga tidak menimbulkan masalah bagi Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang lokasinya berdekatan. 

Terlebih Presiden RI, Joko Widodo sudah memerintahkan untuk segera mempercepat pembangunan agar segera mengambil tindakan. 

"Sayang sekali dana yang dikeluarkan sudah Rp 450 Miliar sejak tahun 2003. Kita ingin supaya pelabuhan ini bisa diperdayakan. Urusan dana nanti dipikir belakangan," ucap Luhut. 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowo X mengatakan studi ini tidak hanya menyangkut masalah pelabuhan melainkan risiko yang jangan sampai berdampak bagi Bandara YIA. ( Tribunjogja.com

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved