Breaking News:

Didominasi Persawahan, 164 Bidang Tanah Dua Desa di Klaten ini Diterjang Tol Yogyakarta-Solo

Sebanyak 164 bidang tanah milik masyarakat yang tersebar di dua desa di Klaten bakal diterjang oleh pembangunan proyek tol Yogyakarta-Solo

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Penampakan salah satu patok tol Yogyakarta-Solo yang berdiri di atas lahan persawahan di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 164 bidang tanah milik masyarakat yang tersebar di dua desa di Klaten bakal diterjang oleh pembangunan proyek tol Yogyakarta-Solo.

Hal itu terungkap pada musyawarah penetapan ganti kerugian tanah Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten yang berlanjut ke tahap kedua yakni di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper dan Desa Keprabon, Kecamaran Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho mengatakan, 164 bidang tanah itu tersebar di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper sebanyak 92 bidang tanah.

Baca juga: Anggaran Diajukan, Bantuan Bagi Warga Isolasi Mandiri di Gunungkidul Bisa Disalurkan

Sementara untuk Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, terdapat 72 bidang tanah milik warga yang bakal digilas pembangunan tol tersebut.

"Desa Kuncen sudah dilakukan musyawarah penetapan penggantian tol pada Selasa (9 Maret 2021) kemarin dan Desa Keprabon sehari setelahnya," ujar Christian saat berbincang dengan Tribun Jogja, Jumat (12/3/2021).

Ia mengatakan, warga pemilik tanah di dua desa tersebut mayoritas setuju dengan musyawarah penggantian tanah yang terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo tersebut.

Adapun mayoritas yang bakal digilas pembangunan proyek trans Jawa itu merupakan lahan persawahan.

"Pemilik tanah di Desa Keprabon 99 persen warganya setuju dengan bentuk dan nominal pengantian tanah yang diajukan appraisal. Sedangkan untuk Desa Kuncen 88 persen warganya juga setuju. Alhamdulillah berjalan lancar proses musyawarah kemarin," papar Christian.

Disinggung terkait nominal yang bakal dibayarkan oleh pemerintah untuk ganti untung di dua desa itu, di akui Christian berjumlah cukup besar.

"Desa Kuncen dari 92 bidang yang terdampak itu akan dibayarkan sekitar Rp62 miliar. Kalau untuk Desa Keprabon 72 bidang jika ditotal sebesar Rp61 miliar," ungkapnya.

Menurut Christian, pada musyawarah pembangunan tol Yogyakarta-Solo di Klaten pada tahap kedua itu, bakal dilakukan di empat desa.

Selain Desa Kuncen, Kecamatan Ceper dan Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo juga bakal dilakukan di Desa Kranggan dan Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo.

Baca juga: Aplikasi Djuragan Voucher Kolaborasi dengan Rumah BUMN Promosi Produk UMKM 

"Namun untuk Desa Glagahwangi belum turun surat undanganya dari BPN, kalau di Desa Kranggan jadwal musyawarahnya pada selasa depan," tandasnya.

Sekedar informasi, pada tahap musyawarah tol Yogyakarta-Solo di Klaten pada tahap pertama sudah dilaksanakan pada Desember 2020 lalu.

Kala itu, menyelesaikan 6 desa yang diterjang proyek strategis nasional (PSN) tersebut, seperti, Desa Sidoharjo, Polan, Kapungan, Sidomulyo, Mendak dan Kahuman. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved