Breaking News:

Seniman Harus Terlibat Aktif Membangun Kota Magelang

Para pelaku seni dan budaya atau seniman di Kota Magelang harus terlibat aktif sebagai penentu arah pembangunan kota.

Istimewa
Suasana gelaran "Njo Thethek Njo" sebuah acara yang diinisiasi oleh Komunitas Pinggir Kali, di Pendopo Pengabdian Magelang. 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Para pelaku seni dan budaya atau seniman di Kota Magelang harus terlibat aktif sebagai penentu arah pembangunan kota.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz dalam produksi ke-25 "Njo Thethek Njo", sebuah acara yang diinisiasi oleh Komunitas Pinggir Kali, di Pendopo Pengabdian Magelang.

Sebagai Wali Kota, dr Aziz menyatakan bahwa dialog ini merupakan awal yang baik baginya dan pemerintahan yang kini dinahkodainya untuk membangun semangat perubahan dan kesederajatan (egaliter).

Bahkan dirinya meneladani sikap kepemimpinan Pangeran Diponegoro, seorang pahlawan nasional yang memiliki sejarah erat dengan Kota Magelang.

Baca juga: Pemda DIY Tidak Lakukan Pemeriksaan di Perbatasan Wilayah Saat Libur Isra Miraj

Menurutnya, kisah penjebakan dan penangkapan Pangeran Diponegoro menunjukkan bahwa pemimpin Perang Jawa ini memiliki harga diri dan marwah seorang pemimpin besar.

Untuk diketahui, sebelum ditangkap Pangeran Diponegoro datang ke karesidenan dalam rangka memenuhi undangan.

"Dari situ kita dapat melihat bahwa Pangeran Diponegoro mempunyai nilai yang diturunkan kepada kita semua. Dan inilah yang akan saya bawa di Kota Magelang. Bahwa setiap orang itu mempunyai sebuah marwah, sebuah harga diri. Saya ingin Kota Magelang ini warganya punya harga diri, punya marwah, punya kebebasan dalam berpendapat. Pemimpin itu tidak selalu benar. Pemimpin harus siap dikritik dan siap dikoreksi," kata dr Aziz.

Terkait semangat perubahan dan kesederajatan, dr Aziz memastikan bahwa baliho-baliho yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang kini akan terlihat berbeda.

Dia tidak ingin fotonya terpasang sendirian, namun harus "nyawiji" (bersamaan) dengan para stakeholder seperti Forkopimda, Anggota DPRD, ASN, bahkan bersama elemen-elemen masyarakat lainnya.

"Itu menunjukkan ada pesan di sana, yaitu Wali Kota bukan penentu segalanya. Penentunya adalah masyarakat. Mau dibawa kemana Kota Magelang ini, ini tergantung mereka," tegas dr Aziz.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved