Breaking News:

Inspektorat DIY Akan Tindak Tegas ASN yang Nekat Keluar Kota Saat Libur Isra Miraj

Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda DIY jangan sampai ada yang keluar kota

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda DIY jangan sampai ada yang keluar kota tanpa adanya izin tertulis kepada pemangku kebijakan.

Sekretaris Inspektorat DIY Yuda Ismono menegaskan, secara prinsip aturan pelarangan bepergian bagi ASN masih sama dengan pelarangan bepergian pada libur hari besar sebelumnya.

Setiap ASN yang hendak bepergian wajib mengajukan permohonan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY dengan disetujui Gubernur DIY melalui Sekretaris Daerah (Sekda).

Baca juga: Ganti Untung Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Sudah Cair, Bupati Sri Mulyani: Jangan Beli Sesuai Nafsu

"Secara prinsip masih sama, dan diharapkan tidak ada ASN yang keluar kota tanpa adanya izin," katanya, kepada Tribun Jogja, Kamis (11/3/2021)

Yudi menambahkan, sebagai institusi pengawas, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap para ASN tersebut melalui BKD DIY.

"Karena di dalamnya tegas ada larangan bepergian. Sudah keluar edaran, bagi yang bepergian harus mengisi permohonan. Artinya bila tidak mengisi surat permohonan dan ada laporan yang masuk teekait ASN yang bepergian, maka kita tinggal cross check," tambah Yudi.

Sementara itu, Kepala BKD DIY, Amin Purwani menjelaskan, sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait permohonan izin keluar kota dari ASN di pemerintah DIY.

"Sampai sekarang belum ada surat izin keluar kota yang kami terima. Prinsipnya ya sama seperti libur sebelumnya," jelasnya.

Ia menambahkan, larangan bepergian bagi para ASN telah tertuang dalam surat edaran Nomor 870/01407 tentang pelaksanaan pembatasan kegiatan bepergian keluar kota bagi ASN dan tenaga pembantu pemerintah DIY selama Isra Mi'raj dan perayaan hari raya Nyepi dalam massa pandemi COVID-19.

"Aturannya masih sama, pelarangan bepergian dimulai tanggal 10 sampai 14 Maret ini," jelasnya.

Baca juga: Jadwal Pertadingan Babak Penyisihan Grup Piala Menpora 2021, Arema FC vs TIRA Persikabo Laga Pembuka

Para ASN yang diizinkan untuk bepergian hanya mereka yang memiliki keperluan mendesak. 

Itu pun menurut Amin masih harus mempertimbangkan peta zonasi penyebaran COVID-19 di kota tujuan.

Dalam surat edaran yang berlaku menegaskan, setiap ASN yang melanggar ketentuan bepergian di tengah pandemi COVID-19 saat ini, mereka akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai ASN, dan PP nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved