UPDATE Proyek Jalan Tol Yogya-Bawen, Agustus 2021 Pekerjaan Konstruksi Dimulai
Pengerjaan konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan dimulai pada Agustus 2021.
Pembangunannya terbagi dalam tiga seksi yakni:
- Seksi 1 Jatiasih-Setu sepanjang 9,3 kilometer,
- Seksi 2 Setu-Taman Mekar sepanjang 24,85 kilometer, dan
- Seksi 3 Taman-Mekar Sadang sepanjang 27,85 kilometer.
Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui pembiayaan APBN/APBD, BUMN, dan Swasta.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diterbitkan pada 17 November 2020.
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan tersebut nantinya akan memiliki tujuh buah Gerbang Tol ( GT) yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.
Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah kawasan industri, perumahan, maupun wisata sepanjang trase jalan tol tersebut.
Ditawarkan ke investor
Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) menyiapkan sembilan ruas jalan tol untuk dilepas kepada investor melalui Sovereign Welth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA).
Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, sebenarnya perseroan memiliki 21 aset yang dapat ditawarkan kepada investor domestik maupun internasional.
Pada tahap awal, kata Donny, perseroan menawarkan sembilan ruas jalan tol, yaitu Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jakarta-Cikampek II Elevated, Semarang-Batang, Gempol-Pandanaan, Pandaan-Malang, Gempol-Pasuruan, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung, dan Bali-Mandara.
Sembilan ruas jalan tol tersebut memiliki panjang 408,3 kilo meter (km).
"Aset-aset yang sudah kami siapkan ini bisa diganti aset lainnya sesuai dengan risk appetite INA," kata Donny dalam webinar, Senin (8/3/2021).
Target 2-3 ruas tol
Menurut Donny, pada tahun ini ditargetkan bisa divestasi dua sampai tiga ruas tol dengan perkiraan dana sebesar Rp 1,5 triliun hingga Rp 3 triliun.
"Dua sampai tiga tol bisa eksekusi tahun ini, dan sisanya bertahap pada tahun berikutnya," ucap Donny.
Donny menyebut, kehadiran investor melalui SWF akan meningkatkan likuiditas perseroan, dalam mendukung kegiatan operasional ke depan.
"SWF juga merupakan alternatif baru, di mana ketersediaan dana yang akan masuk dalam investasi jalan tol, bisa kami manfaatkan dan kami harapkan bisa mendukung kegiatan asset recycling Jasa Marga," papar Donny.
(Tribunnews/Seno Tri Sulistiyono/tis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tim-ppk-sebut-sosialisasi-tol-yogyakarta-bawen-pakai-ded-lama-warga-sempat-bingung.jpg)