Breaking News:

Kulon Progo

Wujudkan Zona WBK dan WBBM, Enam Rupbasan Se-Jatim Belajar ke Rupbasan Wates

Sebanyak enam rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Se-Jawa Timur melakukan kunjungan ke Rupbasan Kelas II Wates

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Sebagian anggota Rupbasan Jatim mengunjungi gudang di Rupbasan Kelas II Wates. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak enam rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Se-Jawa Timur melakukan kunjungan ke Rupbasan Kelas II Wates pada Jumat (5/3/2021). 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham) Jawa Timur, Krismono mengatakan kunjungan ke Rupbasan Kelas II Wates ini untuk memberikan pengalaman bagaimana proses dalam mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) atau wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). 

Sebab ia menilai Rupbasan Wates mengalami perubahan yang sangat luar biasa. 

Mulai dari pelayanan dan berbagai inovasi yang dilakukan. 

Meskipun memiliki bangunan yang sederhana, Rupbasan Wates bisa mendapatkan predikat WBK. 

"Kami memilih Rupbasan Wates karena sama-sama satuan kerja (satker) rupbasan. Sedangkan rupbasan di Jatim belum ada yang mendapatkan predikat WBK," ucapnya usai acara kunjungan, Jumat (5/3/2021). 

Terlebih pihaknya mengakui inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Rupbasan Jatim belum sebagus inovasi di Rupbasan Wates. 

Sehingga kunjungan ini bisa menjadi sebuah contoh. 

Baca juga: Capaian UGM: Geography, Sociology, Business & Management StudiesTerbaik di Indonesia

Baca juga: Eko Suwanto: Gerakan Cinta Produk Indonesia Praktek Berdikari Dalam Bidang Ekonomi

Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kunjungan ke Rupbasan Wates dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Sementara, Kasubdit Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Kelas II Wates, Sihono mengatakan memang berbagai inovasi telah dilakukan oleh Rupbasan Wates. 

Baik melalui aplikasi Sistem Informasi Basan Barang Terintegrasi Rupbasan (Sibbiru) yang bersifat transparan.

Sehingga masyarakat umum bisa memantau kondisi dan perawatan di Rupbasan. 

Serta shuttle barang bukti (BB).

Meskipun berbagai inovasi yang telah dilakukan itu tidak sebanding dengan fasilitas gudang yang berada di Rupbasan Kelas II Wates yang belum memenuhi standar sesuai ketentuan dari Dirjen Pemasyarakatan. 

"Tetapi kami memiliki semangat. Dengan kondisi keterbatasan yang ada tetap harus kerja semaksimal mungkin. Sehingga pada 2020, kami mendapatkan predikat WBK. Dan doakan pada 2021 nanti kami bisa mencapai WBBM," ungkapnya. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved