Kabupaten Sleman
Warga dan Tokoh Lintas Iman Doa Bersama, Demi Keselamatan dan Kelestarian Sungai Progo
Mereka berdoa kepada Tuhan, meminta keselamatan agar terhindar dari ulah perusakan sungai dan segala macam bencana.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga padukuhan Kliren dan Jomboran, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman dengan sejumlah tokoh lintas iman dari agama Islam, Hindu, Budha, Katolik dan Kristen melangsungkan doa bersama di pinggiran Sungai Progo, Kalurahan setempat, Kamis (4/3/2021).
Mereka berdoa kepada Tuhan, meminta keselamatan agar terhindar dari ulah perusakan sungai dan segala macam bencana.
"Kami memohon kepada Tuhan, agar terhindar dari berbagai bencana apapun. Banjir, tanah longsor, gempa, wabah corona dan sebagainya. Juga terhindar dari perusakan kali (sungai) yang membabi buta," kata M Sukardi Suratmaja.
Ia adalah warga pinggiran sungai sekaligus penyelenggara kegiatan.
Sukardi mengungkapkan, doa bersama lintas iman dilakukan, karena berangkat dari keprihatinan.
Baca juga: Pemkab Sleman : Tidak Ada Aktivitas Tambang Radius 5 Kilometer dari Puncak Gunung Merapi
Mengingat dirinya adalah orang yang selama ini hidup di pinggiran sungai dan melihat ada ancaman kerusakan sungai akibat ulah tertentu.
Karenanya, agar dapat terhindar dari bencana, Sukardi mengajak tokoh lintas iman, termasuk anggota DPR RI My Esti Wijayanti untuk melangsungkan doa bersama.
"Tujuan saya memohon keselamatan. Ini adalah cara saya mengedukasi warga, pentingnya menjaga kelestarian kali (sungai) agar tidak terjadi longsor ataupun penggerusan tanah yang nantinya akan membahayakan," ungkap dia.
Sementara itu, Anggota DPR RI My Esti Wijayanti berharap, melalui doa bersama lintas iman dapat menunjukkan bahwa umat beragama hidup guyub rukun dan memohon untuk satu hal yang sama, yaitu supaya terhindar dari segala mara bahaya.
Pihaknya terlibat dalam kegiatan masyarakat dipinggiran Sungai Progo, karena sebagai kader, subtema HUT ke-48 PDIP disebutkan sungai sebagai jalan peradaban.
"Intinya kami bersama masyarakat ambil bagian menjaga lingkungan hidup," ujar dia. Selain doa bersama, kegiatan ditutup dengan penanaman 200 bibit pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sungai progo.
Baca juga: Lokasi Tambang di Kulon Progo Kini Jadi Lahan Pertanian Warga
Tambang
Aliran Sungai Progo di kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir rencananya memang akan menjadi titik lokasi penambangan pasir.
Sebagian warga merasa khawatir penambangan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sungai.
Berbicara penambangan, Esti mengatakan dirinya tidak serta merta menolak tambang.