Breaking News:

Mencicipi Cita Rasa Soto Empal Kerbau, Opsi Baru di Dunia 'Persotoan' Yogyakarta

Dunia 'persotoan' di Yogyakarta semakin ramai seiring hadirnya soto empal kerbau yang dirintis oleh sosok Tedi Wintoko.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Tedi Wintoko menunjukkan varian menu yang disajikannya di warung Soto Empal Kenanga. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dunia 'persotoan' di Yogyakarta semakin ramai seiring hadirnya soto empal kerbau yang dirintis oleh sosok Tedi Wintoko.

Tidak sembarangan, kuliner ini berasal dari resep turun temurun sesepuhnya sejak 1936.

Soto Empal Kenanga namanya. Berlokasi sekira 2 kilometer dari Candi Prambanan, pengunjung dapat mencicipi kuliner soto dengan cita rasa beda.

Baca juga: Tegel Win Arts Solution Kian Diminati Beragam Konsumen di Tengah Pandemi

Di sini, soto tersaji dengan lauk empal kerbau, meski tersedia pula sapi dan ayam.

"Kerbaunya dari India, sehingga memiliki tekstur dan serat yang lebih besar dan lembut, kalau dibanding daging sapi. Hampir tidak ada lemaknya," tandas Tedi Wintoko.

Inspirasi menghadirkan daging olahan kerbau untuk lauk utama sotonya ini bermula dari perjalanan sang nenek. Tedi pun mengisahkan, sesepuhnya membuka warung soto khas Yogya di Musi Rawas, Sumatra Selatan 1936 silam.

"Nenek saya memang asli sini, lalu ikut suaminya, karena bekerja di perkebunan kopi milik Belanda. Di sana, beliau buka warung soto dan empal bacem Jogjanan gitu. Nah, resep soto saya ini terinspirasi dari beliau," ujarnya.

Namun, karena letak geografis dan kondisi pada saat itu, neneknya lebih memilih daging kerbau sebagai lauk pauk untuk soto, dibanding sapi, atau ayam. Karenanya, ia kini berusaha menapaktilasi perjalanan dan sejarah itu.

"Mungkin karena terpengaruh kuliner di Sumatra saat itu, yang banyak menggunakan daging kerbau. Apalagi, dulu, katanya jarang peternakan sapi di sana," kisahnya.

Menurut Tedi, soto empal kerbau ini bakal meramaikan hasanah 'persotoan' di Bumi Mataram. Dengan genre kuah bening, lanjutnya, kuliner rintisannya bisa menjadi opsi bagi para pecinta soto, dengan cita rasa menyegarkan.

Baca juga: DISKON Honda Jazz di Diler Setelah Resmi Tak Diproduksi Tahun Ini, Jadi Berapa Harganya ?

"Jadi, memang semua bumbu, atau rempahnya itu, sama sekali tidak ada dihaluskan. Hanya dipotong-potong, atau dideplok begitu lah, istilahnya di sini," jelasnya.

Dengan banderol Rp 10 ribu untuk seporsi soto, serta Rp 25 ribu untuk empal dan babat kerbau, atau sapi, pengunjung juga dimanjakan suasana teduh warung yang berlokasi di pinggiran sawah, layaknya atmosfer pedesaan.

"Lokasi di Jalan Kenanga II No.66, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Kita buka dari jam 06.00, dan ada diskon 50 persen untuk semua menu dan semua pengunjung yang datang 6-7 Maret," ujarnya sembari diikuti gelak tawa. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved