Penyakit Diabetes

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Nasi Putih? Jawabannya Boleh, Tapi Perhatikan Hal Berikut

Bolehkan penderita Diabetes makan nasi? Pertanyaan ini jamak dilontarkan oleh penderita Diabetes. Jawabannya tentu saja boleh, asal perhatikan ini

Editor: Rina Eviana
The Strait Times/LIM SIN THAI
Nasi Putih 

Tribunjogja.com -Bolehkan penderita Diabetes makan nasi? Pertanyaan ini jamak dilontarkan oleh penderita Diabetes.

Jawabannya tentu saja penderita Diabetes boleh makan nasi putih, namun tetap harus memerhatikan sejumlah hal.

Bagi penderita Diabetes alias kencing manis mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi putih dapat secara langsung memengaruhi kadar gula darah.

Nasi putih
Nasi putih (ist)

Menurut American Diabetes Association menyarankan batas aman asupan karbohidrat untuk penderita Diabetes adalah sekitar 45-60 gram per satu kali makan (sama dengan setengah gelas) atau sebesar 135-180 gram karbohidrat per hari.

Nasi putih tinggi akan karbohidrat dan memiliki indeks glikemik (Glycemic Index/GI) yang tinggi.

Banyak orang meyakini bahwa pasien Diabetes tidak boleh mengonsumsi nasi putih karena dianggap memiliki GI yang tinggi.

Padahal, faktanya bukan berarti pasien Diabetes harus berhenti sama sekali mengonsumsi nasi putih.

Chairman Diabetes Connection Care, Eka Hospital, Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE menekankan, pentingnya mengontrol porsi nasi putih yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

Ini juga berlaku untuk jenis karbohidrat lain, seperti mie, roti, bihun, singkong, hingga nasi merah. "Memang dikatakan beras merah GI-nya lebih rendah. Tapi, kalau makan nasi merah dua piring? Tetap gulanya naik," ujarnya dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

"Jadi sebetulnya prinsipnya tidak ada yang tidak boleh. Cuma, ada yang boleh banyak, ada yang boleh sedikit."

Adapun GI adalah standar pengukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula (glukosa) untuk dipakai sebagai energi.

Ukuran ini berupa skala dari 0-100. Gula pasir, misalnya, memiliki angka GI 100 yang artinya karbohidrat dari gula murni sangat cepat diubah oleh tubuh menjadi energi. Angka GI juga memengaruhi seberapa cepat tubuh memproduksi insulin.

Semakin rendah nilai GI suatu makanan, maka akan semakin kecil pengaruhnya pada peningkatan insulin dan gula darah.

Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes
Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes ((SHUTTERSTOCK/Proxima Studio))

Itu sebabnya kenapa orang-orang yang memiliki diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan GI rendah.

Menurut Healthline, sebuah studi di British Medical Journal menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar memiliki peningkatan risiko terkena Diabetes Tipe 2.

Jika Anda telah didiagnosis Diabetes, pada umumnya aman untuk mengonsumsi nasi dalam jumlah sedang.

Hanya saja, pastikan Anda mengetahui skor GI dari nasi yang akan Anda makan. Usahakan untuk mengonsumsi antara 45-60 gram karbohidrat per porsi makan.

Sebagai gambaran, berdasarkan tabel nilai GI dari Harvard Medical School, per 150 gram nasi putih biasa memiliki GI sekitar 72.

Anda tidak perlu berhenti sama sekali memangkas konsumsi nasi putih jika memiliki Diabetes, meskipun nasi memang memiliki GI yang lumayan tinggi.

Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat dari nasi putih, Anda bisa menggunakan beras merah (nilai GI 50) atau beras Basmati (nilai GI 63).

Bubur havermut (oatmeal) juga bisa menjadi alternatif karena memiliki GI 55 sehingga termasuk rendah.

Kandungan serat oatmeal yang tinggi juga membantu memperlambat laju penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Hal ini tentu memberi efek yang menguntungkan dalam pengendalian kadar gula darah.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved