Bisnis

RSA UGM Miliki Kapasitas Tempat Tidur COVID-19 hingga 50 Persen Lebih

Sejak awal pandemi melanda, RSA UGM melakukan respons cepat dan berdiskusi untuk membentuk tim COVID-19.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar hari ulang tahun (HUT) RSA UGM ke-9, Selasa (2/3/2021).
Direktur Utama RSA UGM, dr Arief Budiyanto, PhD, SpKK(K) dalam acara puncak hari ulang tahun (HUT) RSA UGM ke-9, Selasa (2/3/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM memasuki usia ke-9 tahun, hari ini (Selasa, 2/3/2021).

Hal ini bertepatan pula dengan satu tahun diumumkannya COVID-19 masuk di Indonesia.

Saat ini, RSA UGM memiliki dua gedung khusus untuk pelayanan COVID-19. 

Selama Januari-Februari 2021, jumlah tempat tidur (TT) di RSA UGM sebanyak 201 TT.

Sebanyak 97 TT di antaranya atau 48,28 persen diperuntukkan bagi pasien non COVID-19, sedangkan 104 TT atau 51,74 persen untuk pasien COVID-19. 

Baca juga: Rayakan HUT Ke-9, RSA UGM Luncurkan Berbagai Layanan Baru

Angka tersebut jauh melampaui target standar Kementerian Kesehatan terbaru bagi setiap rumah sakit yang perlu menyediakan 30 persen kapasitas TTnya untuk pasien covid-19

"Ini dedikasi kami untuk melayani pasien covid-19. Mudah-mudahan fasilitas ini tidak banyak digunakan, dalam arti Covid-19 sudah selesai," ujar Direktur Utama RSA UGM, dr Arief Budiyanto, PhD, SpKK(K) dalam acara puncak hari ulang tahun (HUT) RSA UGM ke-9, Selasa (2/3/2021).

Sedikit mengulang waktu, Arief menuturkan, sejak awal pandemi melanda, pihaknya melakukan respons cepat dan berdiskusi untuk membentuk tim COVID-19 RSA UGM

"Tim Covid-19 RSA UGM merupakan kepanjangan tangan dari manajemen sebagai tim tanggap cepat penanggulangan COVID-19 di RSA UGM," ucapnya. 

Ia menyebutkan, pada 17 Maret 2021 pihaknya mulai mengoperasikan uang Gatotkaca sebagai ruang khusus pelayanan COVID-19.

Berikutnya, pada 20 Maret 2021 RSA UGM mulai merawat pasien covid-19.

Sejak itu RSA UGM menerapkan langkah-langkah strategis untuk menanggulangi transmisi COVID-19. 

Baca juga: Layanan MRI dan Layanan Lainnya Akan Hadir di RSA UGM Tahun Ini

RSA UGM juga dibantu oleh KemenPUPR untuk menyelesaikan gedung yang mangkrak sejak 2009-2010.

Akhirnya, 11 Juni 2021 diresmikanlah Gedung Arjuna dan Yudistira yang digunakan untuk zona khusus COVID-19 di RSA UGM

"Menggunakan one stop service, sehingga layanan COVID-19 tidak bercampur dengan non COVID-19," imbuh Arief. 

Zonasi itu, lanjutnya, membuat staf dan pasien merasa nyaman.

Sebelumnya, pasien takut untuk datang ke rumah sakit, namun kini sudah merasa aman. 

Selain itu, RSA UGM juga membuat inovasi berupa layanan telemedicine, yakni Jumpa Dokter.

Dengan begitu, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter atau lainnya melalui telepon atau aplikasi video. 

Arief menambahkan, rekayasa fasilitas pelayanan untuk mencegah penumpukan pasien, regulasi-regulasi baru untuk menjamin keamanan tersebut pun harus dibuat.

Tidak lupa pula alat pelindung diri (APD) harus terus dipastikan kesediaannya. 

Terakhir, Arief mengucapkan terima kasih kapada kerja sama academic health system (AHS) UGM antara pemerintah daerah, rumah sakit pendidikan, dan universitas.

Selain itu, kerja sama kemitraan regional, nasional, maupun internasional yang sangat membantu penanganan pandemi COVID-19. 

Baca juga: Masuki Usia Ke-9, RSA UGM Bangkit dan Berjaya Lawan Pandemi

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Prof Dr Ir Djagal Wiseso Marseno, M Agr menyampaikan selamat atas ulang tahun RSA UGM mewakili Rektor UGM. 

"Saya atas nama pimpinan universitas mewakili Rektor UGM mengucapkan selamat ulang tahun RSA UGM, semoga panjang umur, semakin manfaat, dan barokah untuk masyarakat," bebernya. 

Ia menuturkan, capaian-capaian yang diperoleh RSA UGM sangat mengagumkan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dicermati hingga mencapai usia ke-10 tahun depan dengan rencana-rencana strategis yang sudah disusun oleh seluruh civitas hospitalia RSA UGM

"Rektor UGM menilai dari laporan tahunan RSA UGM, nilainya sudah bagus lama, yaitu A tetapi A-, jadi masih harus diperbaiki menjadi A bahkan A+. Kami menyadari di kondisi pandemi ini bukan hal yang mudah, namun RSA UGM dengan bekerja keras dapat mengatasi hal tersebut termasuk dengan bantuan pemerintah dapat mempercepat pembangunan 2 gedung yang sangat bermanfaat untuk penanganan pandemi COVID-19," paparnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved