BI DIY Prediksi Pertumbuhan Ekonomi DIY Akan Positif pada Triwulan Kedua 2021

Berdasarkan data BPS DIY pertumbuhan ekonomi masih mengalami kontraksi hingga Triwulan IV 2020 sebesar 2,69 persen.

Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertumbuhan ekonomi di wilayah Yogyakarta diprediksi akan mengalami pertumbuhan positif pada Triwulan kedua 2021 mendatang.

Berdasarkan data BPS DIY pertumbuhan ekonomi masih mengalami kontraksi hingga Triwulan IV 2020 sebesar 2,69 persen.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono, menuturkan melihat beberapa kebijakan yang tengah ditempuh pemerintah daerah membuat optimisasi akan terjadinya pemulihan  ekonomi.

"Program-program yang dilakukan sudah sangat bagus, baik dari sisi penanganan pandemi dan pemulihan ekonominya. Memang keduanya harus dilakukan, di mana vaksinasi sebagai game changer-nya  (pendobrak) . Sehingga, dengan segala kebijakan yang ada kami prediksi pada Triwukan kedua pertumbuhan ekonomi DIY bisa positif," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (02/03/2021).

Adapun faktor pendorong agar pemulihan ekonomi bisa tercapai, lanjut Miyono, harus merujuk secara agregat makro.

Di mana, dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) meliputi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan netto ekspor dan impor.

"Kontribusi paling besar untuk pendapatan di DIY datang dari sektor konsumsi sebanyak 69 persen. Baik dari bidang pariwisata hingga pendidikan. Sehingga, instansi terkait  harus menginisiasi program-program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi misalnya mengadakan travel koridor yang bekerja sama dengan provinsi lain,"terangnya.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Segmen masyarakat dari kelas atas juga diminta untuk berkontrubusi supaya meningkatkan konsumsi.

Karena, jika hanya mengharapkan dari kelas bawah akan sulit untuk mencapai realisasi pemulihan ekonomi.

"Ya itu, masyarakat kelas  atas juga didorong untuk berani membelanjakan uangnya jangan ditahan di bank. Sehingga pemerintah pun mengeluarkan, salah satunya program  yakni relaksasi PPnBM yang tujuannya untuk menaikkan konsumsi terutama dari segmen kelas atas," tuturnya.

Kemudian dari sisi investasi juga harus digalakkan. Karena, termasuk penyumbang terbesar dalam perekonomian di DIY.

Terutama mendorong para investor baik dalam negeri maupun asing untuk menanam modal.

"Kontribusi investasi di DIY sebesar 32 persen. Saat ini, paling banyak didapatkan dari pembangunan bandar udara YIA. Sehingga, ke depannya tugas intansi terkait harus bisa mencari investasi yang sustainable (berkelanjutan)," tuturnya.

Menurutnya investasi yang mungkin menarik dikembangkan dan berjangka panjang ialah berfokus pada sumber daya manusia (SDM).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved