Breaking News:

Jadi Hilir Sungai di DI Yogyakarta, BPBD Bantul Siagakan 20 Pos Desa untuk Antisipasi Potensi Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul siaga menghadapi kemungkinan banjir di wilayah Bantul.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Dengan demikian masyarakat yang berada di daerah rawan dapat menyiapkan diri.

"Pos desa sudah kami siapkan sejak awal musim hujan. Ada 20, semuanya di titik rawan banjir dan longsor. Jadi nanti dari pos desa akan mengkomunikasikan melalui HT. Komunikasi tetap berjalan, dan relawan juga kami siagakan," ungkapnya.

Untuk titik rawan banjir, ia menyebut beberapa daerah seperti Tirtonirmolo, Kretek, Bambanglipuro, dan Segoroyoso.

Sedangkan titik rawan longsor antara lain Srimartani, Srimulyo, Sitimulyo, Munthuk, Selopamioro, dan Mangunan.

Ia melanjutkan, banjir di Bantul dapat terjadi jika curah hujan tinggi, durasi panjang, serta merata di DIY.

Ada beberapa sungai yang bermuara dan melintasi Bantul, seperti Bedog, Gajahwong, Code, Kuning, dan Opak-Oyo. 

Jika hujan deras terjadi di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta sehingga menyebabkan banjir, maka Kabupaten Bantul juga terkena imbasnya.

Selain faktor cuaca, terjadinya banjir bisa dipengaruhi oleh pendangkalan sungai.

"Kalau terjadi pendangkalan sungai, tentu daya tampung sungai akan berkurang. Dari Barat ada Bedog, kemudian Progo tetapi sungainya relatif besar. Tengah ada Gajahwong, Timur ada Code, kalau meluap bisa tinggi karena pendangkalannya banyak," lanjutnya.

"Wilayah timur ada sungai Kuning lewat Pleret, kemudian Opak-Oyo juga berpotensi banjir karena di Bantul jadi satu. Oyo dari Gunungkidul, Wonogiri Pacitan, kemudian Opak dari utara, di Bantul jadi satu," sambungnya.

Baca juga: Hasil Pemetaan PTKM, 98 Persen RT di Gunungkidul Berstatus Zona Hijau

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved