Breaking News:

Jawa

Dinkes Klaten Pastikan Stok Alat Rapid Test Antigen Aman untuk Beberapa Waktu ke Depan

Ketersediaan alat rapid tes antigen tersebut guna memastikan agar tracing, testing dan treatment COVID-19 bisa terus dilakukan secara kontiniu.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Ilustrasi : Tenaga kesehatan saat menata alat rapid tes antigen di sela-sela melaksanakan tes secara acak bagi pengendara yang melintas di depan Pos Polisi Prambanan, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menjamin ketersediaan alat rapid tes antigen di daerah itu hingga beberapa waktu ke depan.

Ketersediaan alat rapid tes antigen tersebut guna memastikan agar tracing, testing dan treatment COVID-19 bisa terus dilakukan secara kontiniu.

"Seluruh puskesmas sudah kita dropping alatnya, kemudian petugas-petugasnya juga sudah kita latih semua, sudah dipersiapkan," ujar Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo saat ditemui di pendapa Pemkab Klaten, Rabu (17/2/2021).

Ia menjelaskan, untuk stok alat Rapid test antigen yang saat ini tersedia di Klaten berjumlah sekitar 8.000 unit.

"Stoknya kita cukup banyak, kemarin dapat dropping dari BNPB sekitar 10.000, dari kesehatan provinsi ada 600 unit kalau ditotal ada 10.600," katanya.

Baca juga: 98 Persen Nakes di Klaten Sudah Menjalani Vaksinasi COVID-19

"Dari jumlah itu yang sudah terpakai untuk tracing, testing sekitar 2.000 jadi sisa sekitar 8.000 unit lah," jelasnya.

Kemudian, lanjut Cahyono, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal mendapat bantuan alat rapid tes antigen sebanyak 7.900 unit.

"Tapi sekali lagi, itu kebutuhannya untuk tracing, testing. Jadi gitu ya. Untuk stoknya aman," ucapnya.

Di sisi lain, Cahyono mengungkap jika ada tiga faktor yang dapat membuat zona oranye yang disandang Klaten dalam dua pekan terakhir bisa turun ke zona kuning.

"Yang jelas itu terus lakukan vaksinasi, meski jumlahnya masih sedikit dari populasi tapi ini akan terus bertahap," ucapnya.

Selain itu, disiplin selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga taat menerapkan tiga M seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.  ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved