Breaking News:

PLN Gandeng IZI Salurkan Bantuan Program Lapak Berkah

Dengan menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), YBM PLN UIP JBT II secara resmi meluncurkan program bantuan secara virtual, Rabu (15/2/2021).

Penulis: Dwi Nur Hayati
Editor: AMALIA PURNAMA SARI
Dok. Humas PLN
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) secara resmi meluncurkan bantuan program Lapak Berkah secara virtual, Rabu (15/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.com – Pandemi Covid-19 berdampak serius pada sektor ekonomi, tak terkecuali para pelaku usaha kecil. Mereka harus menghadapi kenyataan pahit, mulai dari kehilangan pelanggan, hingga pendapatan yang berkurang.

Hal itulah yang menggerakkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) II untuk memberikan bantuan melalui program Lapak Berkah.

Dengan menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), YBM PLN UIP JBT II secara resmi meluncurkan program Lapak Berkah secara virtual, Rabu (15/2/2021).

Acara launching tersebut turut dihadiri General Manager PLN UIP JBT II Octavianus Duha, Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana, Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Perindustrian Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Yogyakarta Bebasari Sitasari, serta para penerima manfaat.

Mustahik atau penerima manfaat program Lapak Berkah ini adalah para pelaku usaha kecil yang berada di radius maksimal 2 kilometer (km) dari Kantor Induk PLN UIP JBT II di Jalan Mangkubumi Yogyakarta.

Para mustahik penerima bantuan merupakan pelaku usaha di berbagai bidang, seperti kuliner, rumah jahit, hingga warung sembako.

Salah satu penerima manfaat, Agus, mengucapkan terima kasih atas bantuan gerobak yang diberikan melalui Lapak Berkah. Ia mengaku, gerobak lamanya telah rusak dan tidak layak pakai.

Alhamdulillah ini rejeki, dulu gerobak saya dari seng sekarang dapat gerobak kayu yang bagus dan awet. Semoga lapak saya semakin menarik dan pengunjung semakin bertambah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang Tribun Jogja terima, Selasa (16/2/2021).

Agus merupakan penjual angkringan yang biasa berjualan di Jalan Glagahsari, Yogyakarta. Selama pandemi, ia mengaku bahwa pendapatannya turun hingga 80 persen.

Senada dengan Agus, pemilik rumah jahit Nurhayati turut merasakan kemerosotan pendapatan di masa pandemi Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved