Breaking News:

Aktivitas Merapi

Pemkab Magelang Ubah Status Tanggap Darurat Gunung Merapi Jadi Siaga Darurat

perubahan status tersebut diakibatkan oleh berubahnya rekomendasi ancaman oleh BPPTKG beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Visual Gunung Merapi dilihat dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memutuskan untuk merubah status tanggap darurat Gunung Merapi menjadi siaga darurat.

Keputusan itu diperkuat dengan keluarnya Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/38/KEP/46/2021 tentang penetapan status siaga darurat bencana Gunung Merapi

"Ya jadi sekarang tidak lagi tanggap darurat, tapi sekarang berubah menjadi siaga darurat," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Selasa (16/2/2021). 

Edi menjelaskan, perubahan status tersebut diakibatkan oleh berubahnya rekomendasi ancaman oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) beberapa waktu lalu. 

Dalam surat rekomendasi yang dikirim oleh BPPTKG itu, disebutkan bahwa rekomendasi ancaman Gunung Merapi bergeser ke arah barat daya.

Baca juga: UPDATE Aktivitas Gunung Merapi : Terjadi Guguran Lava Pijar hingga 1,5 Km Senin Malam dan Pagi Ini

"Merapi kan kebetulan arah ancaman kemudian daerah terancamnya sudah bergeser ke barat daya, sementara untuk jarak luncuran efusif lima km dan eksplosif tiga km itu lebih jauh," jelas Edi. 

Dalam Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/38/KEP/46/2021 tentang penetapan status siaga darurat bencana Gunung Merapi itu termuat empat poin yang berisi tentang status siaga darurat bencana gunung merapi akan dimulai pada tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan terjadinya perubahan aktivitas gunung merapi yang signifikan. 

Kemudian, pemerintah daerah dan masyarakat segera mengambil langkah-langkah siaga darurat bencana gunung merapi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta semua biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan bupati ini dibebankan pada APBD Kabupaten Magelang, APBD Jateng, APBN dan sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat. 

Perubahan status darurat menjadi siaga itu juga menindaklanjuti Keputusan Bupati Magelang Nomor: 180.182/9/KEP/46/2021 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi yang berakhir pada 14 Februari lalu, sehingga Pemkab memutuskan untuk melakukan perubahan status. 

"Sehingga kita turunkan menjadi siaga darurat karena ya tidak ada upaya penanganan darurat, tidak ada pengungsi juga," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved