Warga Kota Yogyakarta Bisa Ajukan Bantuan Permakanan Selama Isolasi Mandiri, Ini Ketentuannya

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengubah mekanisme distribusi logistik bagi warga yang terpapar Covid-19, serta harus menjalani isolasi mandiri

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengubah mekanisme distribusi logistik bagi warga yang terpapar Covid-19, serta harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kini, kelurahan diberi wewenang penuh, dengan memberdayakan kelompok Gandeng Gendong.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan, perubahan mekanisme itu mulai diterapkan per Senin (15/2/2021).

Menurutnya, hal tersebut sekaligus jadi upaya pemberdayaan masyarakat di tiap wilayah.

Baca juga: Broker Property Sebut Penjualan Indekos di Yogyakarta Naik 70 Persen dan Turun Harga Selama Pandemi

"Jadi, pengadaan bantuan logistik makanan untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, akan dilakukan berbasis kelurahan, lewat kelompok kuliner yang sudah tergabung dalam program Gandeng Gendong," jelas Maryustion, Senin (15/2/2021).

Ia pun memaparkan, pada awal 2021 lalu, bantuan logistik untuk warga terdampak Covid-19 ini diberikan dalam wujud bahan makanan mentah.

Namun, skema tersebut kembali diubah sebulan berselang, dengan bantuan makanan siap saji, yang diolah Dapur Umum Tagana di Tegalturi.

"Tetapi, persoalannya, tempat dapur umumnya itu, untuk mengambil permakanan siap saji sedikit jauh dari beberapa kecamatan, serta kelurahan ya, karena berada di wilayah selatan. Sehingga, muncul dalam rapat kami, untuk mendistribusikan lewat kelurahan," ungkapnya.

Mengenai mekanisme anyar ini, Maryustion menjelaskan, setiap kelurahan mendapat alokasi berupa masakan olahan sesuai porsi, atau data masyarakat yang menjalani isolasi di wilayah dan rumah masing-masing.

Dalam satu hari, jatah per orang adalah 20 ribu untuk satu kali makan.

Baca juga: Jambret Ibu Hamil, Warga Manding Bantul Ditangkap Polisi

"Ini nanti ada keterkaitan dengan eksistensi e-waroeng di beberapa titik. Harapannya, ini bisa mengimplementasikan dan terintegrasi dengan keberadaan kelompok Gandeng Gendong," terangnya.

"Distribusi logistik atau permakanan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah ini kan harus bisa lebih cepat dan tepat, sekaligus ada bagian unsur pemberdayaan masyarakat kota," imbuh Maryustion.

Lebih lanjut, ia mengatakan, warga Kota Yogyakarta yang menjalani isolasi mandiri di rumah bisa mengajukan bantuan permakaman ini dengan syarat memiliki surat keterangan dari Puskesmas, atau rumah sakit, yang disertai dengan fotokopi KTP dan diserahkan ke pihak kelurahan.

"Kemudian, nanti kelurahan, atau kemantren mengajukan ke Dinas Sosial, ada berapa orang di wilayahnya yang harus disiapkan permakanannya," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved