Breaking News:

Libur Imlek, Wisatawan di Malioboro Dibatasi 700 Orang per Hari

Libur Imlek kali ini wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro akan dibatasi antara 600 hingga 700 per hari.

TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Kondisi terkini kawasan Malioboro saat libur Imlek, Jumat (12/2/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur Imlek kali ini wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro akan dibatasi antara 600 hingga 700 per hari.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Malioboro Ekwanto Jumat (12/2/2021).

Prediksi 4.000 wisatawan luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY yang diperkirakan masuk DIY pada hari ini diharapkan sudah mematuhi ketentuan yang ada.

Evaluasi PPKM, Sri Sultan HB X: Angka Kesembuhan Lebih Tinggi Dibanding Kasus Harian Covid-19

Ia tidak menampik pada libur Imlek tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY. 

"Tentunya libur Imlek ini sangat berpengaruh. Ada kenaikan wisatawan itu pasti, tapi khusus Malioboro perkiraan antara 600 sampai 700 wisatawan saja. Karena dibatasi kunjungannya," katanya, kepada Tribun Jogja, Jumat (12/2/2021).

Ia menambahkan, pengamanan di Malioboro saat libur Imlek saat ini juga bertambah.

Setiap hari selama libur panjang perayaan Imlek ini, Ekwanto mengatakan ada sekitar 36 lebih personel gabungan dari unsur Dishub, Satpol PP, Kepolisian dan TNI yang berjaga di Malioboro.

"Kami tambah menjadi 36 personel. Ya memang ada unsur Kepolisian, karena ini kan momen hari besar Imlek," tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat bahwa saat ini kawasan Malioboro aman untuk dikunjungi.

Dinkes Bantul Lakukan Pendataan Pelayan Publik untuk Vaksinasi Covid-19 Gelombang 2

Dirinya menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan saat berlibur di hari perayaan Imlek kali ini.

"Malioboro tetap menerima siapa pun," tuturnya.

Ekwanto menambahkan, saat ini belum terdapat fasilitas untuk tapid tes antigen secara acak di kawasan Malioboro, akan tetapi tidak menutup kemungkinan hal itu akan diupayakan.

"Karena tergantung dari Pemerintah DIY ya. Kalau saat ini memang belum ada rapid antigen. Mungkin bisa diupayakan," tegasnya. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved