Breaking News:

IBL Tak Kunjung Ada Kepastian, Manajemen Bima Perkasa Lebih Pikirkan Psikis Pemain

Meski Indonesian Basketball League (IBL) selaku operator liga punya rencana dihelat bulan Maret tanpa izin kepolisian, mustahil rencana itu

Dokumentasi Bima Perkasa
Isman Thoyib (biru) dan Galank Gunawan (kuning) berduel di gim internal Bank BPD DIY Bima Perkasa, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nasib liga basket tertinggi tanah air masih belum menemui titik terang.

Meski Indonesian Basketball League (IBL) selaku operator liga punya rencana dihelat bulan Maret tanpa izin kepolisian, mustahil rencana itu bisa terlaksana.

Namun gagasan lain diajukan oleh pihak IBL, mereka menawarkan pilihan venue lain, di sebuah resort kawasan Cisarua, Jawa Barat, untuk menggelar liga dengan konsep koridor perjalanan atau gelembung.

Tak Bawa Surat Hasil Rapid Test Antigen, Siap-siap Jalani Tes Acak di Perbatasan DI Yogyakarta

Rencana sebelumnya, IBL hendak menggelar liga di sebuah hotel di Jakarta namun kandas lantaran pemerintah menerapkan PPKM.

Direktur Utama (Dirut) IBL, Junas Miradiarsyah, memaparkan alasannya saat pertemuan antarmanajer secara virtual Kamis (11/2/2021).

Menurutnya dengan opsi itu, upaya keras agar lampu hijau dari kepolisian jadi nyata. Pasalnya daerah Cisarua berstatus zona hijau dari Covid-19 yang mulai merebak di Indonesia sejak tahun lalu.

“Kami mau melengkapi dan menyiapkan segalanya dulu baru bicara izin. Tanggal 15 Februari akan ada keputusan di mana akan digelar,” ucap Junas pendek.

Ketidakpastian izin ini ditanggapi santai oleh para manajer klub peserta liga.

Dyah Ayu Pratiwi, manajer Bima Perkasa, hanya berharap IBL bisa membuat keputusan dan kebijakan terbaik bagi seluruh peserta, serta sudah ada kepastian dengan memperhatikan kondisi terbaru dari tiap peserta.

"Rencananya 10 Maret, yang mana kurang dari satu bulan lagi. Izin belum bisa dipastikan, lokasi masih ada dua opsi hingga 15 Februari nanti. Semoga IBL bisa segera membuat keputusan yang baik,” katanya.

Edarkan Narkoba di Klaten, Empat Pemuda Ditangkap Polisi di 3 Tempat Berbeda

Saat ini Bima Perkasa Manajemen (BPM) lebih banyak memikirkan cara untuk membuat nyaman para pemain daripada menghabiskan energi berkutat pada ketidakpastian.

Dalam situasi seperti sekarang psikis Indra Muhammad dan kawan-kawan turut tersandera.

Tiap hari para pemain latihan keras di bawah kepala pelatih David Singleton yang terus memutar otak untuk membuat program karena jadwal yang berubah-ubah.

“Konsen kami ke pemain, bagaimana menjaga mood mereka, psikis mereka di tengah situasi seperti ini. Kami lebih memikirkan mereka,” tambah Tiwi saapan akrab manajer Bima Perkasa. (tsf)

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved