Jawa

Wali Kota Magelang Minta Penanganan terhadap Korban Bencana Alam Lebih Responsif

Selain memperhatikan kebutuhan korban, Sigit mengimbau agar penanganan terhadap dampak bangunan dan infrastruktur lain segera diselesaikan.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito (tengah) saat meninjau korban bencana tanah longsor di Wates Prontakan RT 4 RW 3 Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (11/2/2021). Dalam kunjungan itu, Sigit meminta agar penanganan terhadap korban bencana alam agar lebih responsif. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta kepada organisasi perangkat daerah di wilayah setempat untuk responsif dalam melayani korban bencana alam.

Selain memperhatikan kebutuhan para korban, Sigit mengimbau agar penanganan terhadap dampak bangunan dan infrastruktur lain mesti segera diselesaikan. 

Hal itu diutarakan Sigit dalam tinjauannya bersama pejabat lain terhadap korban bencana tanah longsor yang menimpa warga di wilayah Wates Prontakan RT 4 RW 3 Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (11/2/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Sigit memastikan bahwa penanganan terhadap korban bencana alam di Kota Magelang harus dilakukan sesegera mungkin.

Pohon Tumbang Timpa Rumah Tinggal dan Tempat Usaha Warga di Magelang

Ia juga memastikan bahwa musibah ini sudah tertangani dengan baik.

"Kita tanggap cepat, ambil langkah preventif supaya talut yang longsor bisa berdiri kembali. Insyallah segera berdiri agar akses jalan untuk masyarakat di bawahnya segera pulih," kata Sigit di sela-sela kunjungannya.

Dalam kesempatan itu Wali Kota juga memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp5 juta kepada warga terdampak.

Bantuan juga datang dari PMI Kota Magelang dan beberapa donatur.

Sementara Lurah Wates, Ravi Pagas Makalosa menceritakan, tanah longsor tersbut terjadi pada Senin (1/2/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Bencana itu menyebabkan tembok pagar halaman belakang rumah milik warga, atas nama M Nafi ambrol. 

"Kolam ikan di atas halaman tidak bisa menampung air yang kebetulan saat itu sedang hujan deras. Kemudian menyebabkan  jebolnya kolam sehingga air menerjang tembok pagar," ujar Ravi.

Longsor itu menyebabkan fasilitas umum pada jalan kampung di perbatasan wilayah RW 3 dan RW 2 tertutup.

Jembatan Penghubung Antar Dusun di Desa Bumirejo Magelang Putus, Aktivitas Ekonomi Warga Terganggu

Beruntung tidak ada korban atas kejadian itu.

Namun kerugian diperkirakan sekitar Rp25 juta.

"Warga segera berinisiatif membersihkan jalan yang tertutup material longsor agar tidak menyumbat aliran air hujan," imbuhnya.

Pihaknya telah membentuk panitia kecil untuk melakukan pembersihan lanjutan dan pembongkaran bangunan talut yang sudah dalam kondisi miring.

Pada proses ini warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak Kelurahan Wates, Satpol PP, Damkar dan Linmas, relawan dari Tagana dan PMI ikut berpartisipasi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved