Breaking News:

Jembatan Penghubung Antar Dusun di Desa Bumirejo Magelang Putus, Aktivitas Ekonomi Warga Terganggu

Jembatan penghubung antar dusun yang berada di area Dukuh Desa Bumirejo, Mungkid Kabupaten Magelang hanyut

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Plang peringatan terpasang pada jalan kecil menuju jembatan penghubung antar desa yang hanyut terbawa arus sungai di Dusun Dukuh Desa Bumirejo Mungkid Magelang Kamis (28/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jembatan penghubung antar dusun yang berada di area Dukuh Desa Bumirejo, Mungkid Kabupaten Magelang hanyut diterjang banjir.

Imbasnya mobilitas warga yang kerap beraktivitas dengan menggunakan jalur itu terganggu. Pun demikian dengan aktivitas perekonomian desa.

"Memang jembatan itu merupakan akses utama untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Semua warga menggunakan itu baik itu untuk sekolah, kerja, pertaniannya juga baik itu yang dari Dusun Gamol dan Krandegan ke Dusun Dukuh maupun sebaliknya. Sekarang kondisinya semua terputus," kata  Kepala Dusun Dukuh Desa Bumirejo, Sugiarti, kamis (28/1/2021).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Jumat 29 Januari 2021, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Ini

Baca juga: KONI DIY Kembali Mempersiapkan Kontingen Yogyakarta untuk PON XX Papua 2021

Dia menjelaskan, sebagian besar warga yang bermukim di Dusun Dukuh, Bumirejo banyak yang memiliki lahan pertanian di wilayah Dusun Gamol dan Krandegan.

Biasanya sejak pagi hingga menjelang petang warga akan menghabiskan waktu di lahan pertanian dan jembatan itu merupakan satu-satunya akses yang dapat mempersingkat jarak tempuh.

"Itu kan jembatan penghubung untuk anak-anak yang mau sekolah dari Dusun Krandegan ke Dukuh, jadi mereka ya tidak bisa untuk melakukan pelatihan dan tugas sekolah. sampai sekarang perekonomian mati total, karena warga Dukuh itu semua sawahnya di area Krandegan. Bisa dibilang warga di Krandegan terisolasi karena jembatan itu putus," sambung dia.

Selain itu, sejumlah murid juga kerap menggunakan jembatan itu saat menuju ke sekolah.

Meskipun saat ini aktivitas pembelajaran masih dilangsungkan secara daring, namun para murid masih kerap menghantarkan tugas sekolah secara langsung menuju sekolah.

Baca juga: Kisah Mbah Projo 71 Tahun, Keliling Jalanan Yogyakarta Pagi dan Malam, Buka Jasa Reparasi Jam Tangan

Baca juga: tiket.com Luncurkan Produk Tiket TO DO, Berikut Sejumlah Fitur dan Keunggulannya

"Terpaksa warga harus melalui jalur lain. Jadi kalau dari Dusun Tiban mau ke Krandegan itu jaraknya lebih dari tiga kilometer (Km). Nah kalau dari masjid kubah emas yang di Carikan itu sekitar 10 Km," ujar Sugiarti.

Sementara Camat Mungkid, R. Anta Murpuji mengatakan, saat ini warga memang masih menempuh jalur alternatif selain jembatan yang putus. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan upaya-upaya alternatif sebelum jembatan berdiri kembali.

"Itu yang desa Paremono kan sudah ada pengerasan jalan sampai batas wilayahnya Bumirejo, tapi sampai dusun di sana kan sekitar 300 meter masih ada yang tanah dan jeblok. Nah itu mungkin dalam waktu dekat mungkin diperbaiki, saya sudah instruksikan Lurahnya agar cari talangan dulu biar nanti di APBD bisa dianggarkan," katanya. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved