Breaking News:

Pengakuan SR Dukun Pijat Aborsi di Magelang, Belajar dari Internet dan Patok Harga Rp 7,2 Juta

SR (35) tersangka pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak atau aborsi yang ditangkap Polres Magelang mengaku mengetahui cara dan ramuan

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dalam gelar perkara tindak pidana kekerasan terhadap anak atau aborsi, Kamis (11/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - SR (35) tersangka pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak atau aborsi yang ditangkap Polres Magelang mengaku mengetahui cara dan ramuan penggugur kandungan melalui internet.

Kepada wartawan dia mengaku baru satu kali bertindak sebagai dukun penggugur kandungan.

Saat dihadirkan dalam sesi gelar perkara di Mapolres Magelang, Kamis (11/2/2021) SR mengaku sehari-hari bekerja sebagai sopir pikap.

Selain itu, dia juga kerap diminta warga sekitar tempat tinggalnya untuk memijat.

Polisi Tangkap Pelaku Aborsi Berstatus Mahasiswa di Magelang, Gugurkan Kandungan Bersama Pacar

Tindakan amoralnya dalam menggugurkan kandungan pasangan mahasiswa asal Purworejo itu merupakan yang pertama kalinya.

"Saya sopir pikap. Selingan juga pijat capek, ramuan dan cara-cara gugurin kandungan saya belajar dari internet," kata SR.

Kedua mahasiswa dengan inisial HY (21) dan SA (21) mengaku mendapat rekomendasi dari teman SR agar melakukan tindakan aborsi kepada SR.

Temannya itu mengetahui bahwa SR yang berprofesi sebagai tukang pijat itu juga mampu melakukan pengguguran kandungan.

Saat akan melakukan pengguguran, HY dan SA terlebih dahulu menginap di kediaman SR selama lima hari di  Dusun Ngemplak, Desa Krasak, Kecamatan Salaman, Magelang.

Selama lima hari itu pula, SR memberikan ramuan hasil racikannya sendiri kepada SA untuk membantu proses pengguguran.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved