Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing, Perbankan Syariah Wajib Adaptasi Teknologi Digital

Perbankan syariah di DIY dituntut lebih progresif dalam memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing dengan perbankan konvensional lainnya

Tayang:
Tangkapan Layar TribunJogja/Nanda Sagita Ginting
Direktur utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perbankan syariah di DIY dituntut lebih progresif dalam memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing dengan perbankan konvensional lainnya.

Direktur utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menuturkan, antusias masyarakat di DI Yogyakarta terhadap perbankan syariah cukup tinggi.

"Kami lihat dari perkembangan  unit kami yakni BPD DIY Syariah sangat baik. Bahkan dari segi aset mampu mencapai Rp1,3 triliun dan dipercaya pula oleh Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) sebagai bank penerima setoran uang haji hingga bank mitra investasi," jelasnya melalui webinar 'Digital Itu Mudah', pada Senin (08/02/2021). 

Agar capaian bisa meningkat , tentunya harus dimbangi dengan teknologi yang mumpuni agar masyarakat lebih tertarik lagi.

Hingga kini, pihaknya terus melakukan inovasi teknologi keuangan terutama untuk pembayaran yang memudahkan nasabah.

"Kami terus berbenah khususnya untuk transformasi digital melalui fitur-fitur menarik. Kesadaran akan pentingnya fasilitas yang memudahkan masyarakat. Direncanakan, selain untuk menabung akan dibuat platform khusus untuk sedekah digital dengan mengandeng lembaga sedekah, zakat, dan infak,"tuturnya.

Sementara itu, menurut Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Muchlas Arkanuddin, M.T sebagai salah satu pemateri dalam webinar terkait menjelaskan, secara global sebanyak  5, 19 miliar jiwa atau 67 persen dari penduduk bumi sudah menggunakan gawai dalam aktivitas sehari-harinya.

"Dari data tersebut, dipecah lagi sekitar 4,54 miliar atau 59 persennya sudah terkoneksi internet, dan 3,80 miliar atau 49 persen aktif di media sosial. Tentu gambaran ini, menunjukkan peluang yang sangat besar bagi industri perbankan supaya memanfaatkan teknologi digital dalam pratiknya,"terangnya.

Bangkitkan Sektor Usaha, OJK Dorong Perbankan Lebih Banyak Salurkan KUR di 2021

Kampanyekan Donasi Digital, Bank BPD DIY Syariah Fasilitasi Masjid dengan Aplikasi QUAT

Terutama bagi bank berbasis Syariah yang sedang menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan.

Tentu agar selaras, inovasi teknologi terbaru harus dimiliki bank terkait agar mampu bersaing dengan bank umum.

Ia mengatakan,  terdapat lima kategori industri atau perusahaan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Pada tahap pertama, Digital resister yakni, inisiatif bisnis dengan teknologi digital kurang selaras dengan strategi perusahaan serta tidak fokus dengan pengalaman pelanggan.

Akibatnya, bisnis menjadi lamban dan memberikan pengalaman yang tidak baik kepada pelanggan semata-mata penggunaan teknologi digital hanya untuk melawan ancaman.

Tahap kedua, Digital explorer yakni,  bisnis telah mampu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan digital dengan tujuan perusahaan. Namun, eksekusi tidak maksimal sehingga kelihatan tidak ada perkembangan (stagnan).

Akibatnya, produk dan pengalaman pelanggan tidak dikembangkan secara konsisten dan terintegrasi dengan baik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved