Breaking News:

Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing, Perbankan Syariah Wajib Adaptasi Teknologi Digital

Perbankan syariah di DIY dituntut lebih progresif dalam memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing dengan perbankan konvensional lainnya

Tangkapan Layar TribunJogja/Nanda Sagita Ginting
Direktur utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad 

Ia mengatakan,  terdapat lima kategori industri atau perusahaan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Pada tahap pertama, Digital resister yakni, inisiatif bisnis dengan teknologi digital kurang selaras dengan strategi perusahaan serta tidak fokus dengan pengalaman pelanggan.

Akibatnya, bisnis menjadi lamban dan memberikan pengalaman yang tidak baik kepada pelanggan semata-mata penggunaan teknologi digital hanya untuk melawan ancaman.

Tahap kedua, Digital explorer yakni,  bisnis telah mampu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan digital dengan tujuan perusahaan. Namun, eksekusi tidak maksimal sehingga kelihatan tidak ada perkembangan (stagnan).

Akibatnya, produk dan pengalaman pelanggan tidak dikembangkan secara konsisten dan terintegrasi dengan baik.

"Memang perlu kejelian untuk menangkap peluangnya. Dari semua aspek harus diperhatikan," ujarnya.

Ia melanjutkan, Digital Player yakni, bisnis dan tujuan perusahaan sudah seimbang dalam menghasilkan pengalaman dan produk, tetapi belum  sebagai inisiatif dispruptor.

Sehingga, perusahaan hanya menyediakan produk , layanan, dan pengalaman yang cenderung tidak inovatif.

"Tentu kondisi ini akan membuat perusahaan menjadi kalah saing. Apalagi, perusahaan lain diminta untuk terus berinovasi," terangnya.

Kategori selanjutnya yakni, Digital transformer merupakan rangkauan bisnis yang sudah hampir sempurna.

Halaman
123
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved