Yogyakarta

Begini Pengakuan Warga yang Terjaring Razia Masker di DIY, Tak Tahu Kasus Covid-19 di DIY Tinggi

Memasuki masa PSTKM periode ketiga, ternyata masih banyak warga yang tidak tahu tentang fakta virus corona di Yogyakarta

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/AGUS WAHYU
TEGAS - Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta memberikan penjelasan tentang aturan SE Wali Kota Yogyakarta tentang penerapan PSTKM selama masa pandemi Covid-19 di sebuah restoran di daerah Mantrijeron Yogyakarta, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) periode ketiga, ternyata masih banyak warga yang tidak tahu tentang fakta virus corona di Yogyakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas COVID-19, Noviar Rahmad.

“Saat mereka mengambil KTP-el yang kami sita, kami akan edukasi tentang Covid-19. Ternyata, banyak dari mereka yang tidak tahu kalau Covid-19 di DIY juga cukup tinggi,” ungkap Noviar, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY memang gencar melakukan penyitaan KTP-el bagi para warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Menurut Noviar, bagaimanapun edukasi adalah cara yang penting agar masyarakat mau mengikuti aturan.

Pihaknya pun tidak bosan memberi informasi tentang kasus aktif, tingkat kesembuhan, pasien sembuh dan ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit (RS).

“Mereka tahu virus corona, tapi tidak tahu perkembangannya. Mungkin karena sibuk bekerja, tidak pegang media sosial,” tambahnya.

UPDATE COVID-19 Klaten, Senin 8 Februari 2021 : Kasus Baru Tambah 35, Pasien Sembuh 72 Orang

Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di DIY Bertambah 206 Orang, 13 Pasien Dilaporkan Meninggal

Untuk itu, Satpol PP DIY akan memberitahu jika sakit, sulit untuk mendapatkan tempat tidur.

Ditambahkannya, pelanggaran terbanyak memang datang dari individu yang enggan menggunakan masker.

Kemudian disusul pelanggaran terkait aturan jam tutup jam operasional.

Terakhir adalah terkait kepatuhan implementasi makan di tempat sebesar 25 persen dari total kapasitas tempat makan.

Diketahui, kasus COVID-19 di DI Yogyakarta bertambah sebanyak 206 kasus pada Senin (8/2/2021).

Sehingga total kasus terkonfirmasi positif saat ini menjadi 23.754 kasus.

Penambahan ini merupakan hasil pemeriksaan 1.095 sampel dari 1.072 orang.

Kasus positif terjaring dari upaya periksa mandiri sebanyak 33 kasus, tracing kontak kasus positif 123 kasus, skrining karyawan kesehatan empat kasus, dan skrining pekerjaan satu kasus.

Kemudian sebanyak 45 kasus belum diketahui sumber penularannya.

Untuk kasus meninggal sebanyak 13 orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 553 kasus. (Tribunjogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved