Breaking News:

Hujan Deras di Klaten, 1.123 Hektare Lahan Persawahan di 10 Kecamatan Digenangi Air

Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten tidak hanya menggenangi permukiman warga.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala DPKPP Kabupaten Klaten, Widiyanti saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten tidak hanya menggenangi permukiman warga.

Namun juga dilaporkan menggenangi 1.123 hektare lahan persawahan yang tersebar di 10 kecamatan yang ada di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan jika data 1.123 hektare sawah yang digenangi air tersebut merupakan data yang diterima pihaknya Jumat (5/2/2021) sekitar pukul 16.00.

Curah Hujan Tinggi, Warga Sleman di Daerah Rawan Longsor Diminta Waspada 

"Luas lahan sawah yang tergenang akibat curah hujan yang tinggi dan adanya tanggul jebol sampai Jumat sore ini, tercatat sekitar 1.123 hektare," ujarnya pada Tribun Jogja, Jumat (5/2/2021) sore.

Widiyanti merinci, dari 10 kecamatan itu, lahan persawahan di Kecamatan Cawas dan Kecamatan Wedi menjadi daerah paling banyak digenangi oleh air.

Adapun di Kecamatan Cawas, lahan persawahan yang tergenangi air sekitar 328 hektare dan Kecamatan Wedi sekitar 308 hektare.

Selanjutnya, Kecamatan Juwiring sekitar 159 hektare, Gantiwarno 99,5 hektare dan Karangdowo 95 hektare.

Adapun lima kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Kalikotes 63 hektare, Trucuk 35 hektare, Bayat 12,6 hektare, Jogonalan 9 hektare dan Prambanan 4 hektare.

Kemudian, Widiyanti menegaskan jika pihaknya bakal melakukan monitoring secepatnya untuk menetapkan luas lahan persawahan yang terdampak akibat hujan dan tanggul jebol tersebut.

"Senin, 8 Pebruari akan kami lakukan monitoring untuk menetapkan luas lahan sawah yang terdampak," ujarnya.

Selama Pandemi, UMKM Dominasi Peminjaman Pembiayaan Digital 

Ia juga menjelaskan jika 1.123 hektar sawah yang terendam itu belum tentu semuanya mengalami gagal panen atau terdampak.

Sebab beberapa jenis tanaman padi, kata dia, ada juga yang memiliki daya tahan terhadap genangan air.

"Itu luasan yang tergenang setelah 3 hari kita cek, mana sawah yang mengalami kerusakanan karena banjir dan mana yang tidak. Sebab tanaman padi yang tahan terhadap air juga banyak," jelasnya.

"Jadi tergenang itu belum tentu rusak. Kalau dalam waktu 3 hari air surut, baru dicek mana sawah yang tahan dan yang rusak," ulasnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved