Jumlah Penerima Manfaat Program KSJPS di Kota Yogyakarta Meningkat
Dampak pandemi Virus Corona yang tidak kunjung usai, membuat jumlah warga miskin di Kota Yogyakarta yang masuk dalam data program
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak pandemi Virus Corona yang tidak kunjung usai, membuat jumlah warga miskin di Kota Yogyakarta yang masuk dalam data program Keluarga Sasaran Perlindungan Jaminan Sosial (KSJPS) tahun ini mengalami peningkatan.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Christina Tri Maryatun berujar, meski tak terlalu mencolok, jumlah keluarga penerima manfaat, memang meningkat.
"Ya, tahun ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan tahun kemarin, terdapat 15.584 kepala keluarga (KK) dan 48.269 jiwa," ungkapnya, saat dikonfirmasi Selasa (2/2/2021).
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kulon Progo: Tambahan 17 Kasus Baru Dilaporkan Hari Ini
Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Tambahan 226 Kasus Baru, 271 Pasien Dilaporkan Sembuh Hari Ini
Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah warga miskin yang masuk dalam data KSJPS sebanyak 14.359 KK, dengan 45.725 jiwa. Sehingga, terjadi peningkatan sekira 8,5 persen.
Nantinya, mereka yang masuk dalam KSJPS bisa mengakses berbagai program pemberdayaan dan jaring pengaman sosial yang sudah disiapkan pemerintah Kota Yogyakarta, di bidang kesehatan, serta pendidikan untuk penerimaan siswa baru.
"Pendistribusian kartu KSJPS ini sudah dimulai sejak minggu kemarin. Targetnya bisa selesai 11 Februari, tanda penerimaan itu sudah masuk ke Dinsos," terang Maryatun.
Ia menambahkan, untuk meminimalisir tatap muka langsung, sekaligus mengantisipasi kerumunan warga, pihaknya tahun ini bekerjasama dengan kemantren dalam proses distribusi kartu KSJPS tersebut, kepada keluarga penerima manfaat.
Baca juga: AC MILAN: Sandro Tonali Dibela Legenda Rossoneri di Tengah Kritik Keras
Baca juga: Link Siaran Live Streaming INTER MILAN vs JUVENTUS Semifinal Coppa Italia Malam Ini, Tayang di TVRI
"Tidak seperti tahun kemarin, sekarang berjenjang. Jadi, kita bersurat dengan wilayah, minta tolong ke kemantren, untuk menyampaikannya pada kelurahan. Lalu, yang membagikan nanti RT dan RW masing-masing," jelasnya.
Selain KSJPS, lanjutnya, Pemkot pun masih mengalokasikan bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBD.
Bansos tersebut, ditujukan pada keluarga yang belum tersentuh bantuan penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat.
"Datanya dari KSJPS, yang belum mendapatkan program dari pusat. Sudah kita sandingkan, ada sekitar 2.000 totalnya. Itu nominalnya sama dengan bantuan dari pusat, Rp200 ribu selama enam bulan," pungkas Maryatun. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)