Dua Astronot Tambah Daya Listrik Stasiun Luar Angkasa Biar Nggak "Byar Pet"
Mereka berhasil memasang satu baterai terakhir guna memperkuat daya listrik di ISS untuk mendukung kinerja para astronot maupun kosmonot.
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM – Sepasang astronot menyelesaikan upaya empat tahun untuk memodernisasi jaringan listrik di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS biar nggak “byar pet”, Senin (1/2/2021) waktu setempat.
Mereka berhasil memasang satu baterai terakhir guna memperkuat daya listrik di ISS untuk mendukung kinerja para astronot maupun kosmonot yang menjalankan misi khusus.
Selama akhir pekan lalu, pengawas penerbangan di Houston menggunakan lengan robot besar ISS untuk mengganti sepasang baterai model lama dengan satu baterai berkualitas lebih baik.
Mike Hopkins dan Victor Glover dari NASA memberikan sentuhan akhir di baterai lithium-ion terbaru tersebut untuk menyelesaikan serangkaian perjalanan luar angkasa yang dimulai pada 2017.
Meskipun perjalanan di luar angkasa terlambat dimulai, Hopkins dan Glover bergegas menyelesaikan pekerjaan mengganti baterai dalam waktu kurang dari satu jam.
Dikutip Tribunjogja dari New York Post, Selasa (2/2/2021), mereka juga membuat instalasi kamera secara cepat dan melakukan beberapa tugas ekstra.
Para astronot itu menatap Bumi dan basah kuyup dalam satu matahari terbenam terakhir sebelum masuk kembali ke ISS.
“Ya, kalian nikmati saja pemandangannya dan lakukan pekerjaan secara baik, "kata Mission Control saat perjalanan ruang angkasa lima jam berakhir jauh lebih cepat dari jadwal.
ISS sekarang dilengkapi 24 baterai lithium-ion untuk menyimpan daya yang dikumpulkan oleh panel surya.
Baterai besar dan berbentuk kotak, masing-masing melebihi 400 pon (180 kilogram), menyediakan listrik untuk laboratorium yang mengorbit saat berada di sisi malam Bumi.
Mereka sangat kuat sehingga hanya dibutuhkan setengah dari baterai nikel-hidrogen lama yang digantikan.
Proses upgrade membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan setelah satu baterai baru gagal pada pemasangan dua tahun lalu dan harus diganti.
NASA berharap baterai tersebut mampu bertahan selama sisa masa operasi stasiun luar angkasa.
Selain pengerjaan baterai, Hopkins dan Glover memasang kamera baru di lab US Destiny dan mengganti bagian dalam sistem kamera di luar lab Jepang bernama Kibo atau Hope dalam bahasa Inggris.
Selama perjalanan di luar angkasa pada pertengahan pekan lalu, dua astronot itu melakukan perbaikan di laboratorium Eropa, Columbus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/astronot-iss.jpg)