Kabupaten Klaten

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Belajar Tatap Muka di Klaten Ditunda

Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa diterapkan pada bulan Februari 2021 ini.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja / Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Klaten, Senin (1/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa diterapkan pada bulan Februari 2021 ini.

Hal itu dikatakan Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto saat ditemui wartawan di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten, Senin (1/2/2021).

Penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka ini menurut Wardani karena kasus penularan virus corona di Klaten masih cukup tinggi.

Selain itu Klaten saat ini juga masih menerapkan PPKM tahap kedua.

"Karena Covid-19 ini tidak mereda dan kita tidak tahu sampa kapan.

Apalagi dalam dua bulan terakhir ini kasusnya sama seperti sembilan bulan lalu," ujarnya saat ditemui di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten, Senin (1/2/2021).

Melihat kondisi lapangan yang masih rawan terhadap penularan virus corona, Dinas Pendidikan menurut Wardani memutuskan untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada Februari ini.

Baca juga: Nasi Kotak Penyambung Hidup Masyarakat Malioboro, Virus Kebaikan yang Terus Menular

Baca juga: Presiden Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Turunkan Kasus Covid-19, Begini Saran Pengamat

Pada proses pembelajaran daring ini, lanjut Wardani, pihaknya mendorong semua guru dan tenaga pengajar yang ada di Klaten untuk memaksimalkan peran aplikasi seperti microsoft office 365 agar siswa tidak kehilangan materi pembelajaran.

"Maka dari itu, untuk pendidikan kedepan kami juga telah launching dengan menggunakan microsoft office 365. Jadi aplikasi ini kan cukup bagus, semua buku anak, buku guru bisa ditarok di situ. Kemudian guru dan anak bisa akses itu," ucapnya.

Ia mengatakan, skema pembelajaran daring bagi siswa PAUD, SD dan SMP di Klaten itu disiapkan hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

"Kemungkinan sampai akhir semester. Tapi semoga nanti ketika vaksinasi sudah menyentuh kepada anak-anak sekolah tatap muka bisa kita terapkan," imbuhnya.

Kemudian, ia mengimbau, kepada seluruh orang tua siswa yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Klaten agar mendampingi anak-anaknya setiap adanya inovasi-inovasi pembelajaran daring diberlakukan.

"Orang tua diimbau mendampingi anaknya supaya bisa belajar di rumah dengan variasi-variasi yang ada dan berupaya mengatasi kejenuhan anak. Ini harus kita tahan jangan sampai anak merasa jenuh," tandasnya. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved