Gubernur DIY Sri Sultan HB X: Donor Plasma Konvalesen Tergantung Kesediaan Masyarakat

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, donor plasma konvalesen saat ini tergantung dari kesediaan masyarakat.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, donor plasma konvalesen saat ini tergantung dari kesediaan masyarakat.

Pihaknya tidak dapat memaksa masyarakat penyintas untuk mendonorkan plasma konvalesennya.

Semua tergantung kesediaan mereka.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kulon Progo: Tambahan 3 Kasus Baru Dilaporkan Hari Ini

"Yang bisa dilakukan itu, sekarang tergantung masyarakat sendiri. Sekarang, mereka itu punya kesediaan atau nggak. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk harus mendonor," katanya, saat ditemui di Bangsal Kepatihan, Pemda DIY, Senin (1/2/2021).

Sultan mengatakan, pendonor sendiri juga tak bisa sembarangan.

Salah satu syarat adalah mereka sembuh dari Covid-19 dan ketentuan tak memiliki penyakit tertentu.

Namun kembali lagi kepada masyarakat, karena pihaknya tidak dapat memaksa akan hal tersebut.

"Ya sebetulnya itu hak individu kita agak susah juga. Memang harus dipilih rumah sakit sendiri. Kalau tak keliru yang bisa diambil itu mereka yang sudah sembuh dari Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengimbau masyarakat penyintas dengan kondisi tubuh yang sehat dapat mendonorkan plasma konvalesen.

Menurutnya, tidak ada ruginya untuk donor plasma, karena donor ini juga sangat diperlukan oleh masyarakat lain yang saat ini terpapar Covid-19.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung & Live Streaming SCTV Liga Champions 16 Besar: Barcelona, Juventus, Chelsea

"Ya saya kira kita imbau saja, teman-teman atau masyarakat yang sudah pernah terkena Covid-19 dan kondisi tubuhnya sehat dari yang lain, kalau diperlukan masyarakat lain, kalau ingin menyumbangkan plasma darahnya ya saya kira bagus saja. Saya kira mennyumbangkan plasma darahnya ini kan tidak merugikan bagi yang bersangkutan. Tetapi itu dibutuhkan oleh masyarakat," tuturnya.

Donor plasma ini memang salah satu opsi karena pengobatan tak selalu dengan metode plasma konvalesen ini.

Namun, jika memang donor plasma konvalesen, satu-satunya pilihan yang tersedia, maka sebaiknya warga dapat membantu mereka yang memerlukan.

"Saya kira banyak pasien-pasien itu yang membutuhkan itu memang opsi ya, pengobatan tak selalu dengan plasma, tetapi bisa dilakukan dengan yang lain. Kalau memang pengobatan itu dipilih yang paling mujarab dengan plasma, ya sebaiknya orang bisa membantu plasma darah," pungkasnya. (rfk)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved