Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BPPTKG: Gunung Merapi 5 Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar dalam 6 Jam Terakhir

Gunung Merapi meluncurkan lima kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.

TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
JEJAK TERBAKAR – Luncuran awan panas saat Gunung Merapi meletus 27 Januari 2021 meninggalkan jejak hancur dan terbakarnya vegetasi di lereng sektor barat daya gunung. Secara visual jejak itu juga bisa dilihat dari Dusun Tunggularum, Dusun Turgo, Kali Boyong, dan Kaliurang, Sleman, DIY. Foto ini diabadikan dari Kali Boyong, Jumat (29/1/2021) pagi. Foto diambil dari Dusun Tunggularum, Wonokerto, Turi dan Dusun Turgo, Pakembinangun, Sleman, DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan lima kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.

Hasil amatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada Minggu (31/1/2021) periode 00.00-06.00 WIB menunjukkan material vulkanik tersebut memiliki jarak luncur sekitar 500 meter ke arah barat daya.

Dari amatan visual, puncak Gunung Merapi tampak jelas meski diselimuti kabut tipis 0-I. 

Baca juga: UPDATE Informasi CPNS 2021 dan PPPK 2021 yang Wajib Anda Ketahui, Persiapkan Berkas Seleksi Segera

Baca juga: Siaran Langsung Live Streaming Chelsea vs Burnley Liga Inggris Tayang di Mola Tv Pukul 19.00 WIB

"Asap kawah Gunung Merapi tidak teramati," tandas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporannya.

Lebih jauh, hasil pemantauan meteorologi menunjukkan cuaca berawan di sekitar puncak Merapi.

"Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 20-21 °C, kelembaban udara 72-74 %, dan tekanan udara 917-918 mmHg," paparnya.  

Sedangkan aktivitas kegempaan yang tercatat adalah 19 kali gempa guguran berdurasi 10-66 detik dengan amplitudo 19 mm. 

Sebelumnya, guguran lava pijar juga sempat terjadi pada Minggu (30/1/2021) sepanjang periode pengamatan pukul 18.00-24.00 WIB.

"Teramati lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 500 meter ke arah barat daya," ungkapnya.

Dari hasil amatan itu, status Gunung Merapi tetap berada di level III atau siaga.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.  

Baca juga: 10 Arti Mimpi Naik Pesawat, Anda Menerima Banyak Dukungan dari Keluarga dan Lingkungan

Baca juga: Peruntungan Shio Anda Sepanjang Tahun Kerbau Logam Jelang Imlek 2021

Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten direkomendasikan untuk terus melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yakni di dalam radius 5 km dari puncak Merapi.

"Masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," tandasnya. (tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved