Breaking News:

Status Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi di Klaten Diperpanjang Hingga Pertengahan Februari 2021

Status tanggap darurat letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten kembali diusulkan untuk diperpanjang hingga pertengahan Februari

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Visual Gunung Merapi dilihat dari Pos Pantau Merapi Induk Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Kamis (28/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Status tanggap darurat letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten kembali diusulkan untuk diperpanjang hingga pertengahan Februari mendatang.

Hal itu, disebabkan karena masih meningkatnya aktivitas Gunung Merapi tersebut dan statusnya masih siaga level III.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar mengatakan jika pihaknya telah mengajukan perpanjangan status tanggap darurat tersebut kepada Bupati Klaten, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Berdoa di Hari Jumat Setelah Ashar Merupakan Waktu Mustajab untuk Berdoa

Baca juga: WhatsApp Tiba-tiba Muncul di Status Pengguna, Kirim Pesan Soal Komitmen

"Saya sudah mengajukan perpanjangan status tanggap darurat selama dua minggu kedepan kepada ibu bupati," ujar Sip Anwar saat temui Tribun Jogja di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang.

Ia mengatakan, setelah pertengahan Februari 2021 nanti, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pihak BPPTKG untuk menentukan apakah status tanggap darurat kembali diperpanjang atau tidak.

"Nanti setelah itu kita lihat lagi kondisinya bagaimana. Kalau perlu diturunkan ya kita turunkan. Tapi kan saya mengacu ke BPPTKG. Di BPPTKG kan statusnya masih level III," katanya.

Kemudian, ia juga meminta warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi agar tetap mewaspadai potensi bahaya erupsi gunung tersebut jika sewaktu-waktu terjadi erupsi lagi.

Baca juga: LIGA INGGRIS, Komentar Thomas Tuchel Tanggapi Tangan Besi Pemilik Chelsea

Baca juga: TIDAK EFEKTIF, Epidemiolog UGM Sebut Jumlah Kasus Covid-19 Justru Meningkat Saat PPKM Jawa-Bali

Apalagi, dengan cuaca yang cenderung penghujan dan masih aktifnya aktivitas gunung tersebut, banjir lahar hujan hingga hujan abu vulkanik masih berpotensi melanda KRB III di daerah itu.

"Kalau bicara potensi terjadi hujan abu dan banjir lahar dingin itu tentunya masih ada karena status merapi masih siaga. Tapi potensi ke arah klaten cukup kecil maksimal 5 kilometer, arahnya masih cenderung ke barat daya seperti kajian BPPTKG," imbuhnya.  (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved