Breaking News:

Yogyakarta

Ganti Rugi Proyek Tol Yogyakarta-Solo Rendah, Pemilik Lahan di Sleman Lapor ke Pengadilan

Seorang warga terdampak lahan tol Yogyakarta-Solo di Dukuh Temanggal 2 Desa Purwomartani, Sleman keberatan atas nilai ganti untung lahan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang warga terdampak lahan tol Yogyakarta-Solo di Dukuh Temanggal 2 Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman keberatan atas nilai ganti untung lahan.

Warga tersebut akhirnya menempuh jalur hukum dengan melakukan tuntutan ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Kepala Dukuh Temanggal 2 Ngadiyono menyampaikan, dari total 194 bidang yang terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo, hanya satu bidang yang merasa nilai ganti untung lahan tersebut tidak sesuai dengan harapan.

"Pemilik lahan ini menganggap harganya belum pas. Makanya beliau menempuh jalur pengadilan," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (27/1/2021)

Ia menambahkan, pemilik lahan tersebut merasa keberatan atas penentuan harga oleh tim appraisal belum lama ini.

Baca juga: Pembayaran Lahan Tol Yogyakarta-Solo Mundur, Warga Terdampak di Temanggal Mulai Resah

Ngadiyono menegaskan, warga yang protes tersebut bukan penduduk asli Dukuh Temanggal 2, hanya saja warga tersebut memiliki lahan di Dukuh Temanggal 2.

Saat ini proses di pengadilan itu pun masih berlangsung.

"Menurut pemilik lahan itu harganya masih terlalu rendah, makanya melapor ke pengadilan sekitar Desember lalu. Ya hanya itu saja yang sampai harus ke pengadilan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR Galih Alfandi mengatakan persoalan tersebut memang masih ditangani di PN Sleman.

Pihaknya saat ini masih mengikuti proses persidangan.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved