PSTKM
Pelaku UMKM Diminta Lebih Aktif Dalam Penguatan Bisnis Digital di Masa PSTKM
Pada masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah Yogyakarta membuat ruang gerak masyarakat
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di wilayah Yogyakarta membuat ruang gerak masyarakat menjadi terbatas.
Imbasnya, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami perlambatan dari segi penjualan.
Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan, agar tetap produktif maka pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan penjualan secara daring.
Baca juga: Dampak PSTKM, Industri Pariwisata di Kota Yogyakarta Dipaksa Puasa
Baca juga: PSTKM Diperpanjang, Pedagang Lesehan Malioboro Yogyakarta Lakukan Protes Ke DPRD DIY
"Memang kondisi PSTKM pelaku UMKM sangat terpukul sekali. Maka, kami imbau pelaku UMKM untuk aktif mengembangkan penggunaan media digital untuk berjualan di masa pandemi sekaligus PSTKM ini," terangnya kepada Tribun Jogja, pada Selasa (26/01/2021).
Ia mengatakan, ke depannya proyeksi penjualan secara konvensional akan mulai ditinggalkan masyarakat.
Sehingga, para pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan cepat di era digital.
"Kalau hanya mengharapkan penjualan langsung, pelaku UMKM dirasa akan sulit untuk bertahan di tengah tekanan seperi ini. Salah satu jalan solutifnya ya mesti ikuti zaman dengan berdagang online," ujarnya.
Baca juga: RAMALAN Zodiak 27 Januari 2021: Aquarius Beruntung di Pekerjaan, Libra Ketemu Orang di Masa Lalu
Baca juga: Bacaan Doa untuk Diamalkan Ibu Hamil Agar Kandungan Dilindungi dan Dilancarkan Hingga Persalinan
Dalam mendukung penjualan media digital, pihaknya pun memberikan akselerasi berupa fasilitas media digital penjualan berbasis di wilayah Yogyakarta yakni Si Bakul.
Perkembangan Si Bakul pun cukul pesat di tengah masa pandemi.
Terbukti, tiap bulannya jumlah pelaku UMKM yang terdaftar terus bertamnah.
"Sekarang jumlah UMKM yang memanfaatkan media digital Si Bakul sudah mencapai 280 ribu dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 140 ribuan. Artinya, kini UMKM mulai menyadari penting memanfaatkan media digital untuk kemajuan bisnis di masa mendatang," urainya. (ndg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)