Breaking News:

Yogyakarta

Meski Diprotes, Gugus Tugas Covid-19 DIY Tetap Lakukan Pembatasan Operasional Pedagang di Malioboro

Meski Diprotes, Gugus Tugas Covid-19 DIY Tetap Lakukan Pembatasan Operasional Pedagang di Malioboro

Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana memberikan keterangan pada wartawan usai rapat koordinasi dengan BPBD Jateng dan Klaten di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Jumat (04/12/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Permintaan pencabutan aturan pembatasan operasional tempat usaha hingga pukul 20.WIB selama pelaksanaan PSTKM tahap kedua oleh pedagang lesehan dan pedagang Pasar Senthir ditanggapi oleh Gugus Tugas penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gugus Tugas penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan bahwa aturan yang ada dalam Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 4/INSTR/2021 tentang perpanjangan PSTKM ditujukan kepada Bupati/Walikota.

Wakil Ketua Gugus Tugas penanganan COVID-19 DIY Biwara Yuswantana mengatakan, pemerintah DIY menekankan agar aktivitas restoran dan sejenisnya untuk dilakukan pembatasan, termasuk pedagang lesehan di kawasan Maloboro.

Namun aturan yang lebih spesifik akan diatur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

"Arahnya tetap kepada pembatasan. Termasuk pedagang di kawasan Malioboro," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (26/1/2021).

Biwara menyadari bahwa saat ini aturan pembatasan jam operasional tersebut telah diprotes oleh sejumlah pedagang di kawasan Malioboro.

Namun, Gugus Tugas penanganan COVID-19 DIY tetap akan menegakkan aturan sesuai Ingub yang berlaku.

"Tetap arahnya kepada pembatasan," pungkasnya.

Suasana audiensi di gedung DPRD DIY dari kalangan pekerja informal terkait perpanjangan PSTKM, Selasa (26/1/2021)
Suasana audiensi di gedung DPRD DIY dari kalangan pekerja informal terkait perpanjangan PSTKM, Selasa (26/1/2021) (TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda)

Sebelumnya, berbagai unsur pekerja informal pada Selasa (26/1/2021) siang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.

Para pekerja informal tersebut terdiri dari pedagang lesehan kawasan Malioboro, dan pekerja informal lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved