Pengungsi Gunung Merapi

Akhirnya Pulang ke Rumah, Pengungsi Gunung Merapi di Glagaharjo Sleman Merasa Terharu

Lambaian tangan tanda perpisahan diayunkan oleh para pengungsi Gunung Merapi dari atas mini truk.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Pengungsi melambaikan tangan dari atas mini truk. Mereka diperbolehkan kembali ke rumah di Dusun Kalitengah Lor 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lambaian tangan tanda perpisahan diayunkan oleh para pengungsi Gunung Merapi dari atas mini truk.

Selama 81 hari, mereka berada di Barak Pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman.

“Dadah, dadah,” begitu ucap para pengungsi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan segenap pihak yang selama ini telah membantu di pengungsian.

Rasa haru jelas terlihat di wajah setiap pengungsi. Meski tertutup masker, mata mereka tetap memancarkan kebahagiaan dan kesedihan yang bercampur.

Bahagia karena bisa pulang, sedih karena mengingat memori yang menyenangkan di pengungsian.

Mereka tidak perlu lagi pulang pergi dari rumah ke pengungsian untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Berikut Daftar 4 Zodiak yang Diprediksi Mampu Melunasi Hutang Pada Februari 2021

Baca juga: 9 Shio Diprediksi Dapat Keberuntungan Tak Terduga Seminggu Ini

Selama ini, para pengungsi tetap beraktivitas di rumah yang terletak di Dusun Kalitengah Lor.

Namun, karena Gunung Merapi bergejolak, mau tidak mau mereka harus mengungsi ke Barak Pengungsian Glagaharjo untuk menghindari bencana.

Mereka juga enggan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mengantarkan pulang, meski pemerintah sudah siap armada.

Mobil, motor maupun kendaraan sudah disiapkan oleh keluarga masing-masing agar pengungsi bisa kembali ke rumah dengan nyaman.

“Saya senang sekali bisa pulang ke rumah. Di sini itu enak, tapi tetap enak ting griya (di rumah),” ujar Suparmi, salah satu pengungsi ketika diwawancarai Tribun Jogja, Selasa (26/1/2021).

Memang, sebagian besar pengungsi akan mengaku senang bisa kembali ke rumah masing-masing.

Suparmi tidak bisa menyembunyikan sumringahnya. Ia antusias menjawab semua pertanyaan wartawan yang ditujukan kepadanya.

Sesekali, ia tersenyum lebar menceritakan tentang aktivitasnya di pengungsian.

Tidak berbeda jauh dari pengungsi lain yang mengarti di rumah sejak pagi hingga sore menggunakan truk yang disediakan.

Baca juga: Setelah 81 Hari Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Merapi, 187 Warga Glagaharjo Sleman Pulang ke Rumah

Baca juga: Penerimaan CPNS 2021/PPPK Akan Segera Dibuka, Simak Bocoran Formasinya

Ucapan Terimakasih

Bibir Suwondo, Dukuh Kalitengah Lor bergetar. Rasa haru bisa kembali ke rumah tampak dari suaranya yang tercekat.

Ia sudah menantikan waktu ini setelah dua bulan lebih berada di pengungsian.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemda DIY, Pemkab Sleman, BPBD DIY, Sleman dan semua organisasi yang terlibat,” ucap Suwondo kepada Tribunjogja.com.

Ia menghembuskan napas panjang. Lama kelamaan, ia terbiasa dengan perasaan haru itu.

Selama ini, para pengungsi diberi fasilitas layak oleh pemerintah.

Mereka ditempatkan di Barak Pengungsian Glagaharjo yang dilengkapi dengan sekat kayu dan kasur.

Makanan yang disediakan juga cukup untuk mereka makan tiga kali sehari dengan menu sehat, lengkap dengan sayur.

“Pemerintah sudah merawat, memfasilitasi, menyayangi kami. Kami senang berada di sini dan mohon maaf jika ada kelakuan yang menyusahkan,” tandasnya.

Meski pulang ke rumah, namun Suwondo dan warganya tak akan mengendorkan kewaspadaan terhadap Gunung Merapi.

Bagaimanapun, mereka harus tetap hidup bersinergi dengan alam. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved