Kabupaten Bantul
Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul : Reinfeksi COVID-19 Bisa Terjadi
Masyarakat yang pernah terpapar COVID-19 masih berpotensi reinfeksi (terpapar COVID-19 lagi).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Masyarakat yang pernah terpapar COVID-19 masih berpotensi reinfeksi (terpapar COVID-19 lagi).
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa.
Sosok yang skrab disapa Oki tersebut menerangkan mesin PCR tidak dapat membedakan virus (COVID-19) mati atau hidup.
Mesin PCR juga tidak bisa mengetahui sisa virus hidup dan sisa virus mati sehingga wajar jika mantan pasien COVID-19 mendapat hasil positif saat PCR.
Baca juga: Sebanyak 6 Warga Banguntapan Terpapar COVID-19 untuk Kedua Kalinya, 1 di Antaranya Dokter
"Ada yang namanya long COVID-19. Menurut pedoman, apabila seseorang itu positif COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan dn sudah menjalani isolasi 10, kemudian gejala tersebut hilang. Artinya sudah sembuh, apalagi isolasi 14 hari. Tetapi terkadang ada orang yang mencoba lagi untuk seab, ya tetap ada kemungkinan positif. Karena mesin PCR tidak bisa membedakan virus hidup dan mati," terangnya, Senin (25/01/2021).
Ketika ada pasien yang reinfeksi, lanjut dia, perlu dilhat lebih lanjut, seperti jarak dinyatakan sembuh dan jarak reinfeksi.
Yang tak kalah penting adalah gaya hidup orang tersebut.
Menurut Oki, jika seseorang sering keluar masuk wilayah yang zona penularan tinggi, tidak menutup kemungkinan terjadi reinfeksi.
"Bisa terpapar COVID-19 lagi, tapi kadar tingkat paparannya jauh lebih kecil yang pertama. Kecuali dia punya penyakit penyerta,"lanjutnya.
Sama seperti pasien positif COVID-19 lainnya, pasien yang reinfeksi juga harus melakukan isolasi mandiri.
Bagi pasien yang tidak bergejala bisa menjalani isolasi mandiri di rumah atau di shelter Kabupaten Bantul.
Baca juga: Tahapan Registrasi Ulang Vaksinasi Covid-19 via WhatsApp untuk Nakes yang Belum Divaksin
Namun shelter di Bantul diutamakan bagi yang bergejala ringan.
"Kalau tidak bergejala, infeksi yang kedua tidak akan menjadi masalah. Cukup isolasi kembali selama 10 hari, di rumah boleh, di shelter boleh. Di Bantul diutamakan yang gejala ringan. Sedangkan yang bergejala sedang, berat, dan memiliki komorbid dianjurkan ke rumah sakit,"ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis mengimbau masyrakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurut dia, protokol kesehatan adalah kunci pengendalian COVID-19.
"Artinya kan protokol kesehatan memang harus ditegakkan, karena protokol kesehatan adalah kunci pencegahan dan pengendalian,"tambahnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-corona-jadi-pandemi-global-pakai-sarung-tangan-justru-menambah-risiko-infeksi-covid-19.jpg)