Kabupaten Gunungkidul
Potensi Angin Kencang, BPBD Gunungkidul Imbau Warga Waspada dan Antisipasi
BPBD Gunungkidul mencatat terjangan angin kencang cukup parah terjadi pada 2020 lalu, persisnya di Gedangsari, Nglipar dan Karangmojo.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjangan angin kencang hingga puting beliung.
Pasalnya, terdapat potensi fenomena itu terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan hampir seluruh wilayah Bumi Handayani berpotensi mengalami peristiwa tersebut.
"Tak hanya di wilayah pedesaan, perkotaan pun juga rawan terdampak angin kencang," kata Edy pada wartawan, Minggu (24/01/2021).
Menurutnya, pengetahuan masyarakat Gunungkidul mengenai angin kencang perlu lebih ditingkatkan.
Baca juga: Hujan Deras Semalaman, 8 Rumah di Semanu Gunungkidul Terendam Air
Adapun mereka perlu mengetahui indikasi hingga antisipasi yang bisa dilakukan.
Edy menjelaskan, angin kencang hingga puting beliung biasanya terjadi karena perbedaan suhu dan tekanan udara.
Hal itu bisa terlihat dari suhu udara yang panas, lalu terbentuk awan hujan tebal.
"Kondisi tersebut berpotensi muncul angin kencang saat hujan deras," jelasnya.
Adapun langkah edukasi masyarakat sudah dilakukan BPBD Gunungkidul.
Edy mengatakan sosialisasi dilakukan oleh forum penanggulangan bencana, yang beranggotakan Tagana hingga relawan.
Ia pun meminta warga melakukan antisipasi mandiri untuk meminimalisir dampak bencana.
Satu di antaranya dengan memangkas pepohonan yang rawan tumbang.
"Jika pohon tersebut dalam kondisi lapuk, disarankan untuk ditebang agar tidak tumbang saat angin kencang," kata Edy.
BPBD Gunungkidul mencatat terjangan angin kencang cukup parah terjadi pada 2020 lalu, persisnya di Gedangsari, Nglipar dan Karangmojo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)